Showing posts with label TABEL. Show all posts
Showing posts with label TABEL. Show all posts

Cara Membuat Tabel Di Blog

Cara Membuat Tabel Di Blog

Cara Membuat Tabel Di Blog

Bagaimana ya Cara Membuat Tabel Di Blog?

Mungkin pertanyaan ini pernah muncul di pikiran sobat blogger, ya tentunya ini di sebabkan karena artikel atau isi blog sobat blogger tersebut memerlukan adanya tabel.

Tapi gak pakai tabel kan bisa juga?

Bisa sih... tapi kan kurang bagus di lihatnya dan kurang jelas, dengan adanya tabel kita bisa memperjelas tujuan kita, selain itu akan terlihat lebih mantap, iya kan...

Contoh :
Misalnya ketika kita menjual beberapa produk di blog kita, dan kita ingin membuat sebuah halaman kusus dimana halaman tersebut akan kita isi dengan semua produk yang kita tawarkan, tentu kita perlu membuat tabel, iya kan...

Oke saya rasa tidak perlu panjang lebar, ayo di mulai...

Seperti biasa, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah masuk dahulu ke blogger.com menggunakan akun kamu, kemudian.

Ikutilah langkah-langkah di bawah ini :

» Klik Buat Entri Baru (Bergambar Pencil) atau Entri Baru.
» Kemudian (kamu tinggal copy & paste Kode di bawah ini pada kolom HTML bukan pada kolom Compose).

Kode Dasar Membuat Tabel Di Blog :
<table width="500" border="1">
<tr>
<td></td> <td></td>
</tr>
</table>

Keterangan :
  • <table atau </table> adalah perintah untuk membuat tabel.
  • width="500" adalah perintah untuk mengatur lebar tabel, jika kamu tidak ingin menggunakannya juga tidak jadi masalah.
  • border="1"> adalah perintah untuk mengatur tebal garis pinggir tabel.
  • <tr> atau </tr> adalah perintah untuk membuat baris pada tabel.
  • <td> atau </td> adalah perintah untuk membuat kolom pada tabel.

Lanjut...

» Cara Membuat Tabel Sederhana :
<table width="500" border="1">
<tr>
<td>Input Data</td> <td>Input Data</td> <td>Input Data</td>
</tr>
<tr>
<td>Input Data</td> <td>Input Data</td>  <td>Input Data</td>
</tr>
</table>

» Maka hasilnya akan seperti ini :
Input Data Input Data Input Data
Input Data Input Data Input Data

Keterangan :
  • Warna merah adalah tempat untuk memasukkan TeksLink, atau Gambar, silahkan kamu ganti dengan selera yang kamu mau.

» Cara Membuat Tabel Dengan Kolom Utama :
<table width="500" border="1">
<tr>
<td align="center" colspan="3">Kolom Utama</td>
</tr>
<tr>
<td>Input Data</td> <td>Input Data</td> <td>Input Data</td>
</tr>
<tr>
<td>Input Data</td> <td>Input Data</td>  <td>Input Data</td>
</tr>
</table>

» Maka hasilnya akan seperti ini :
Kolom Utama
Input Data Input Data Input Data
Input Data Input Data Input Data

Keterangan :
  • Warna merah adalah tempat untuk memasukkan Teks, Link, atau Gambar, silahkan kamu ganti dengan selera yang kamu mau.
  • Warna orange adalah kode untuk membuat kolom utama di tabel, silahkan kamu ganti dengan selera yang kamu mau.

» Cara Memasukkan Gambar Pada Tabel :
<table width="500" border="1">
<tr>
<td>Gambar 1</td> <td>Gambar 2</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOSsjSI07gjpYxdBLnJs8wTTkyFKN3YIMuH_ctWzYUSL9MMmwPHDLsNwTouJArVtRConHXBERmvbhUx0if1i_v0M6Z1GpNw6tDALdVNa724uH0rRRdFArD_u860Jqu9uliKBGqKRMQg9Q/s1600/images.jpg" /></td>
<td><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsqe0Y4-t5r-O2pmnbREbZzrwsoEbSVvU6wGBos6jbWFWVRj4jY00IjtoGhyAOZRS7GECwjgBoeLZdCLlY82esIRMT0_NNOZR79LyIbJGMigWhG8c10EuCoDMTasklP4jHBaMRK57Tg9c/s1600/images2.jpg" /></td>
</tr>
</table>

» Maka hasilnya akan seperti ini :
Gambar 1 Gambar 2

Keterangan :
  • Warna merah adalah tempat untuk memasukkan TeksLink, atau Gambar, silahkan kamu ganti dengan selera yang kamu mau.
  • Warna hijau adalah kode untuk membuat gambar di tabel, silahkan kamu ganti dengan selera yang kamu mau.
  • Warna ungu adalah URL gambar, silahkan kamu ganti dengan selera yang kamu mau.

Selamat Mencoba, Semoga Berhasil & Mudah-Mudahan Bermanfaat :)

TABEL BERAT BESI BETON per meter

tabel berat besi beton per meter

YANG POPULER DILAPANGAN






NO JENIS BESI DIAMETER - PANJANG BERAT (kg) BERAT per M' (kg)
1 BESI BETON 6 MM - 12 M 2,66 0,22
2 8 MM - 12 M 4,47 0,37
3 9 MM - 12 M 6,00 0,5
4 10 MM - 12 M 7,40 0,62
5 12 MM - 12 M 10,66 0,89
6 13 MM - 12 M 12,48 1,04
7 16 MM - 12 M 18,96 1,58
8 19 MM - 12 M 26,76 2,23
9 22 MM - 12 M 35,76 2,98
10 25 MM - 12 M 46,20 3,85
11 28 MM - 12 M 57,96 4,83
12 32 MM - 12 M 75,72 6,31
13 36 MM - 12 M 95,88 7,99


tabel berat besi beton ulir sni

berat besi beton ulir sni
Catatan :

- Teloransi Besi Beton Ulir SNI ini kisaran 0.01 mm - 0.02 mm
- Pergunakan Besi SNI dengan Ukuran sesuai standar 
 
download tabel berat besi 
BERIKUT TABEL BERAT BESI
TABEL BERAT BESI BETON ULIR
keterangan
diameter
panjang
Berat Kg
BESI BETON ULIR
10
12
7.40
BESI BETON ULIR
13
12
12.48
BESI BETON ULIR
16
12
18.96
BESI BETON ULIR
19
12
26.76
BESI BETON ULIR
22
12
35.76
BESI BETON ULIR
25
12
46.20
BESI BETON ULIR
29
12
62.20
BESI BETON ULIR
32
12
75.72

Tentang Besi


Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya. Hal itu karena beberapa hal, diantaranya:

  1. Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar
  2. Pengolahannya relatif mudah dan murah
  3. Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi

Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.

TABEL BERAT DAN UKURAN BONDEK, Spesifikasi Bondek

TABEL BERAT DAN UKURAN BONDEK

besi bondek biasanya memiliki panjang 1 meter dan lebar sesuai permintaan.berat bondek tergantung tebal bondek.

Bagaimana Harga Jual Besi Bondek ? (silahkan datangi langsung Supplier)

Besi bondek dilapisi galvanis dengan tegangan leleh minimum 5.500kg/cm2 diproses secara HOt Dip Galvanized.

Berikut Berat Bondek 0,75mm; 0,80mm; 1,00mm

TABEL DATA BERAT UNTK BAJA LAPIS GALVANIS

Tebal
Thickness
Berat m1
Weight m1
Berat m2
Weight m2
0,75 mm
6,95 Kg
6,95 Kg
0,80 mm
7,40 Kg
7,40 Kg
1,00 mm
9,50 Kg
9,50 Kg

Spesifikasi Bondek

 besi bondek ukuran lebar 1 meter dan panjang sesuai permintaan, disesuaikan dengan pesanan.maksimal panjang 12 meter.

besi bondek digunakan sebagai landasan pengecoran beton, atau sebagai pengganti triplek.

dengan menggunakan besi bondek dapat menghemat beton atau cor sekitar 15% - 25% jika dibandingkan dengan pengerjaan konvensional.

dengan menggunakan besi bondek tidak perlu papan sebagai bekinglist dan balok kayu sebagai penyangga.

besi bondek dapat berfungsi sebagai pengganti tulangan positif satu arah dan sebagai plafon.

besi  bondek yang kami sediakan memiliki grade atau kualitas G-550, sehingga ketahanan terhadap lenturan sangat tinggi. 

besi bondek biasa dipakai pada bangunan dengan lantai bertingkat seperti apartemen, gedung, rumah, sekolah, ruko, perkantoran, pabrik dll

 

 

 

ANALISIS DAN DESAIN KOLOM, pembesian

Kolom
  Contoh data-data teknis untuk perhitungan dimensi awal kolom adalah sabagai berikut: 
  1. Tinggi kolom Lt 1             = 3,5 meter 
  2. Tinggi kolom Lt 2             = 3,5 meter 
  3. Dimensi balok Induk        = 400 x 200 mm 
  4. Dimensi balok anak          = 250 x 150 mm 
  5. Pelat lantai (t)                   = 120 mm 
  6. Pelat atap (t)                     = 100 mm 
Pembebanan pada kolom 
Beban yang bekerja pada kolom lantai 1 diakumulasikan dengan beban-beban yang bekerja pada kolom lantai 2. Hal ini dilakukan agar dimensi kolom lantai 1 tidak lebih kecil dari dimensi kolom pada lantai 2. Perhitungan pembebanan pada kolom adalah sebagai berikut:
a)        Pembebanan kolom lantai 2
Distribusi pembebanan kolom lantai 2, berasal dari dak atap pada elevasi 7 m dan ring balok lantai 2. Perhitungannya sebagai berikut :
Perhitungan beban mati yang bekerja pada kolom adalah sebagi berikut:
Wbalok  
  •  A x  x L
  •  [ 0,4 x 0,2 x 2400 x ( 2,25 + 2,5 + 2 ) ]
  •    1104 kg
Wpelat    
  • beban pelat atap
  • A x  x tpatap
  • ( 4,75 x 2 ) x 2400 x 0,1
  • 2280 kg
Data berat plafon dan penggantung diperoleh dari Perencanaan Pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana: 
Berat eternit/plafon (tebal 4mm)           = 11 kg/m2 
Berat penggantung (dari kayu)              = 7,0 kg/m
Total beban mati pada lantai 2 adalah: 
WDL2            
  • Wbalok + Wpelat  + Wplafon
  •  1104 kg + 2280kg + 171 kg
  •   3555 kg
Beban hidup yang bekerja pada lantai dan membebani kolom di lantai dua ini adalah : 
WLL2       
  • 200 kg/m2 x 4,75 x 2
  •  1900 kg
Nilai beban hidup diperoleh dari pedoman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal dan mempunyai nilai beban hidup sebesar 200 kg/m2.Maka beban yang terjadi pada kolom lantai 2 seluruhnya dapt dihitung dengan kombinasi pembebanan, sehingga beban pada kolom lantai 2 adalah:
W2                          
  •  1,2 WDL2+ 1,6WLL2
  •  (1,2 x 3555) + (1,6 x 1900 )
  •  7306 kg
b)           Pemebebanan Kolom Lantai 1 
Distribusi pembebanan kolom lantai 1, berasal dari lantai 2 pada elevasi 3,5 m. Elemen-elemen yang diperhitungkan sama dengan pembebanan kolom lantai 2 ditambah dengan perhitungan beban mati dan beban hidup untuk kolom lantai 1.
Perhitungannya beban mati yang bekerja pada kolom adalah sebagai berikut:
Wbalok     
  •   A x  x L
  •  { 0,25 x 0,15 x  2400 x ( 2,25 + 2,5 + 2 ) 
  • 607,5 kg
Wkolom   
  •  A x  x L
  •  (0,25 x 0,15) x 2400 x 3,5 
  •   315 kg
Wpelat 
  •  beban pelat
  • A x  x tppelat
  •  ( 2 x 4,75 ) x 2400 x 0,12
  •  2736 kg
Wwall       
  • A x (berat plafon + penggantung)
  •  ( 3,5 x 4,75 ) x 250 kg/m2
  •    4156,25 kg
Wfinishing 
  •  A x [berat spesi (adukan) + ubin + pasir urug]
  •  ( 2 x 4,75 ) x (21 kg.m2 + 22 kg/m2 + 24 kg/m2)
  •  636,5 kg
Besar beban finishing dan beban dinding diperoleh dari peodman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung.
Wplafon     
  •  A x ( berat plafon + penggantung)
  •  (4,75 x 2) x 18 kg/m2
  •  171 kg
Data berat plafon dan penggantung diperoleh dari Perencanaan Pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana:
Berat eternit/plafon (tebal 4mm)           = 11 kg/m2
Berat penggantung (dari kayu)             = 7,0 kg/m2
    Total beban mati pada lantai 1 adalah: 
WDL1 
  •  Wbalok + Wkolom + Wwall + Wpelat + Wplafon + Wfinishing + WDL2
  •   607,5 + 315 + 4156,25 + 2736 + 171 + 636,5 + 3555
  •  12177,25 kg
 Beban hidup yang bekerja pada lantai dan membebani kolom di lantai satu ini adalah :  
WLL1    
  •  200 kg/m2x 4,75 x 2
  • 1900 kg
    Nilai beban hidup diperoleh dari pedoman perencanaan pembebanan untuk ruma dan gedung, dimana bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal dan mempunyai nilai beban hidup sebesar 200 kg/m2.Maka beban yang terjadi pada kolom lantai 2 seluruhnya dapt dihitung dengan kombinasi pembebanan, sehingga beban pada kolom lantai 2 adalah:
    W1       
    •  1,2 WDL1 + 1,6WLL1
    •                (1,2 x 12177,25)  + (1,6 x 1900)
    •             17652,7 kg
Perhitungan Dimensi Awal Kolom
Perhitungan dimensi awal kolom dihitung berdasarkan SK SNI 03-2847-2002, dengan persamaan berikut: 
Ø Pn (max) = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ]
 Dimana :
Ø Pn (max)           = Beban aksial maksimum
Ag                         = Luas penampang kolom
Ast                        = 1,5 % x Ag
Maka perhitungan dimensi awal kolom adalah sebagai berikut: 
Ø Pn(max) = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ] 
Pn(max)     = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ]
                   = 0,8 [ (0,85 . 25 (Ag – 0,015 . Ag) + 400 . 0,015 . Ag]
                   = 0,8 [(21,25 . (Ag – 0,015 . Ag) + 6Ag]
                  = 0,8 [ 21,25 Ag – 0,32 Ag + 6Ag] 
           Ag  = 0,0464 Pn(max)
a)      Dimensi Kolom Lantai 2 
Dimensi kolom lantai 2 dihitung sebagai berikut : 
Beban yang bekerja pada kolom lantai 2 = W2 = 8408,8 kg 
Ag        = 0,0464 Pn(max)
               = 0,0464 . 8408,8 kg
             = 390,168 cm2 
Dimabil lebar kolom (b) = tebal dinding, yaitu sebesar 15 cm 
                              Maka panjang kolom adalah :
h           = Ag / b
                         = 390,168 / 15
                         = 26,011 cm 30 cm
                              Maka dimensi kolom K1 150 x 300 mm
b)   Dimensi Kolom Lantai 1 
Dimensi kolom lantai 2 dihitung sebagai berikut :
Beban yang bekerja pada kolom lantai 1 = W1 = 20009,2 kg
Ag        = 0,0464 Pn(max) 
            = 0,0464 . 20009,2 kg
            = 928,427 cm2 
Dimabil lebar kolom (b) = tebal dinding, yaitu sebesar 30 cm
Maka panjang kolom adalah :
h           = Ag / b
             = 928,427/ 30
             = 30,948 cm 40 cm
Maka dimensi kolom K1 300 x 400 mm  
                                                  TABEL DIMENSI KOLOM                                                    
Tipe Balok
h (mm)
b (mm)
Kolom lantai I
400
300
Kolom lantai II
300
150

dari berbagai sumber : http://sipilworld.blogspot.com