Showing posts with label atap. Show all posts
Showing posts with label atap. Show all posts

Cara Pasang atap go green

Berikut adalah Penjelasan cara pemasangan atap go green yang benar;
1. Bidang tindih ( tumpukan ) minimal 10 – 15 cm.
2. Tumpukan samping antar gelombang adalah 10cm atau 2 gelombang.
3. jarak gogdeng / reng adalah maksimal 65cm.
4. Paku / screw roofing minimal 12pc untuk ukuran atap gogreen 180cm.
5. Pastikan saat handak di paku, atap gogreen di tusuk terlebih dahulu.
6. jika menggunakan screw roofing, pastikan saat pengeboran tidak miring.
7. Silent sisi kepala roofing untuk pengeboran yang terlanjur miring (agar tidak bocor)
8. Untuk pemasangan di kayu dan mengunakan paku payung, jangan lupa menggunakan karet.
Pastikan pemasangan atap go Green anda telah benar dan sesuai standar.
Jika pemasangan atap gogreen anda sesuai setandar dan sudah benar itu akan mengurangi resiko atap go green tampias / bocor.
semoga bermanfaat.

Atap GoGreen

BY : http://atapgogreenonline.com/cara-pasang/

Tips Cara Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan Rumah atau Gedung

kerjaan Atap merupakan bagian terpenting dalam mewujudkan Rumah yang indah dan Asri. Banyak pilihan model dan bentuk Atap yang dapat kita terapkan sesuai dengan selera dan disain kita masing-masing. Ada Atap dengan Rabung 1, Rabung 5, Atap Joglo, dan lain-lain.

   
        Disini saya coba uraikan Teknis Pemasangan Atap Baja Ringan, seperti contoh Gambar diatas. Kita simak langkah-langkahnya:
1.  Pengukuran.
     Kita ukur jarak Batubata atau Ring Balok yang nanti aku menjadi tumpuan (dudukan) bagi Kuda-kuda Baja Ringan nantinya, misalnya didapat jarak 4 meter.

2.  Disain Kuda-Kuda Baja Ringan,
     Berdasarkan data jarak tumpuan yang didapat (4 meter tadi), lakukan disain Kuda-kuda Baja Ringan. Dalam mendisain ini harus memperhatikan faktor, misalnya: Kekuatan Kuda-kuda dalam menahan Beban Atap (Genteng Batu atau Genteng Metal), Kemiringan Rencana Atap Kuda-kuda (agar air hujan nantinya dapat mengalir dengan lancar), serta menentukan Panjang Top-Chord agar rintisan air hujan nantinya cukup jauh dan tidak mengenai dinding rumah secara langsung.
     Saya sarankan untuk menggunakan Jasa Konsultan (tenaga ahli) dalam disain Kuda-kuda Baja Ringan ini, apalagi untuk bentang Kuda-kuda yang lebar dan menggunkan Atap Genteng Batu/Keramik.

3.  Pelaksanan Pemasangan Kuda-kuda Baja Ringan,
     Setelah disain selesai, kita bisa mulai melakukan pemasangan Kuda-kuda. Dimulai dengan fabrikasi Kuda-kuda Baja Ringan yang dilakukan di daerah yang datar. Lalu dilanjutkan dengan memasang Kuda-kuda tersebut di atas rumah (menggunakan Dynabolt), dilanjutkan dengan penguncian (Skor Angin) agar tercipta struktur yang kaku dan kuat.

4.  Pemasangan Reng Baja Ringan,
     Pemasangan reng ini harus mengacu pada Jenis Atap atau Genteng yang akan digunakan. Karena reng tersebut sebaiknya harus pas dengan Lebar Daun dari Atap yang akan digunakan. Jadi jarak antar Reng ini tidak selalu sama, tapi tergantung Jenis Atap yang akan digunakan.

5.  Pemasangan Seng atau Genteng,
     Dalam memasang seng atau genteng sebaiknya dilakukan dengan rapi dan rapat, untuk mencegah terjadinya kebocoran pada atap saat terjadi hujan.

6.  Pemasangan Rabung, Nok Pinggir, dan Flashing,
     Pemasangan ketiga komponen ini tidak kalah pentingnya, mesti dilakukan dengan kuat, rapi, dan teliti. Ini untuk mencegah tercegah terjadi kebocoran dan menciptakan kerapian.

        Demikian tips memasang Atap Rumah dengan menggunakan Rangka Baja Ringan. Mudah-mudahan tips ini berguna dan bermanfaat.

ANALISIS DAN DESAIN KOLOM, pembesian

Kolom
  Contoh data-data teknis untuk perhitungan dimensi awal kolom adalah sabagai berikut: 
  1. Tinggi kolom Lt 1             = 3,5 meter 
  2. Tinggi kolom Lt 2             = 3,5 meter 
  3. Dimensi balok Induk        = 400 x 200 mm 
  4. Dimensi balok anak          = 250 x 150 mm 
  5. Pelat lantai (t)                   = 120 mm 
  6. Pelat atap (t)                     = 100 mm 
Pembebanan pada kolom 
Beban yang bekerja pada kolom lantai 1 diakumulasikan dengan beban-beban yang bekerja pada kolom lantai 2. Hal ini dilakukan agar dimensi kolom lantai 1 tidak lebih kecil dari dimensi kolom pada lantai 2. Perhitungan pembebanan pada kolom adalah sebagai berikut:
a)        Pembebanan kolom lantai 2
Distribusi pembebanan kolom lantai 2, berasal dari dak atap pada elevasi 7 m dan ring balok lantai 2. Perhitungannya sebagai berikut :
Perhitungan beban mati yang bekerja pada kolom adalah sebagi berikut:
Wbalok  
  •  A x  x L
  •  [ 0,4 x 0,2 x 2400 x ( 2,25 + 2,5 + 2 ) ]
  •    1104 kg
Wpelat    
  • beban pelat atap
  • A x  x tpatap
  • ( 4,75 x 2 ) x 2400 x 0,1
  • 2280 kg
Data berat plafon dan penggantung diperoleh dari Perencanaan Pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana: 
Berat eternit/plafon (tebal 4mm)           = 11 kg/m2 
Berat penggantung (dari kayu)              = 7,0 kg/m
Total beban mati pada lantai 2 adalah: 
WDL2            
  • Wbalok + Wpelat  + Wplafon
  •  1104 kg + 2280kg + 171 kg
  •   3555 kg
Beban hidup yang bekerja pada lantai dan membebani kolom di lantai dua ini adalah : 
WLL2       
  • 200 kg/m2 x 4,75 x 2
  •  1900 kg
Nilai beban hidup diperoleh dari pedoman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal dan mempunyai nilai beban hidup sebesar 200 kg/m2.Maka beban yang terjadi pada kolom lantai 2 seluruhnya dapt dihitung dengan kombinasi pembebanan, sehingga beban pada kolom lantai 2 adalah:
W2                          
  •  1,2 WDL2+ 1,6WLL2
  •  (1,2 x 3555) + (1,6 x 1900 )
  •  7306 kg
b)           Pemebebanan Kolom Lantai 1 
Distribusi pembebanan kolom lantai 1, berasal dari lantai 2 pada elevasi 3,5 m. Elemen-elemen yang diperhitungkan sama dengan pembebanan kolom lantai 2 ditambah dengan perhitungan beban mati dan beban hidup untuk kolom lantai 1.
Perhitungannya beban mati yang bekerja pada kolom adalah sebagai berikut:
Wbalok     
  •   A x  x L
  •  { 0,25 x 0,15 x  2400 x ( 2,25 + 2,5 + 2 ) 
  • 607,5 kg
Wkolom   
  •  A x  x L
  •  (0,25 x 0,15) x 2400 x 3,5 
  •   315 kg
Wpelat 
  •  beban pelat
  • A x  x tppelat
  •  ( 2 x 4,75 ) x 2400 x 0,12
  •  2736 kg
Wwall       
  • A x (berat plafon + penggantung)
  •  ( 3,5 x 4,75 ) x 250 kg/m2
  •    4156,25 kg
Wfinishing 
  •  A x [berat spesi (adukan) + ubin + pasir urug]
  •  ( 2 x 4,75 ) x (21 kg.m2 + 22 kg/m2 + 24 kg/m2)
  •  636,5 kg
Besar beban finishing dan beban dinding diperoleh dari peodman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung.
Wplafon     
  •  A x ( berat plafon + penggantung)
  •  (4,75 x 2) x 18 kg/m2
  •  171 kg
Data berat plafon dan penggantung diperoleh dari Perencanaan Pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana:
Berat eternit/plafon (tebal 4mm)           = 11 kg/m2
Berat penggantung (dari kayu)             = 7,0 kg/m2
    Total beban mati pada lantai 1 adalah: 
WDL1 
  •  Wbalok + Wkolom + Wwall + Wpelat + Wplafon + Wfinishing + WDL2
  •   607,5 + 315 + 4156,25 + 2736 + 171 + 636,5 + 3555
  •  12177,25 kg
 Beban hidup yang bekerja pada lantai dan membebani kolom di lantai satu ini adalah :  
WLL1    
  •  200 kg/m2x 4,75 x 2
  • 1900 kg
    Nilai beban hidup diperoleh dari pedoman perencanaan pembebanan untuk ruma dan gedung, dimana bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal dan mempunyai nilai beban hidup sebesar 200 kg/m2.Maka beban yang terjadi pada kolom lantai 2 seluruhnya dapt dihitung dengan kombinasi pembebanan, sehingga beban pada kolom lantai 2 adalah:
    W1       
    •  1,2 WDL1 + 1,6WLL1
    •                (1,2 x 12177,25)  + (1,6 x 1900)
    •             17652,7 kg
Perhitungan Dimensi Awal Kolom
Perhitungan dimensi awal kolom dihitung berdasarkan SK SNI 03-2847-2002, dengan persamaan berikut: 
Ø Pn (max) = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ]
 Dimana :
Ø Pn (max)           = Beban aksial maksimum
Ag                         = Luas penampang kolom
Ast                        = 1,5 % x Ag
Maka perhitungan dimensi awal kolom adalah sebagai berikut: 
Ø Pn(max) = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ] 
Pn(max)     = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ]
                   = 0,8 [ (0,85 . 25 (Ag – 0,015 . Ag) + 400 . 0,015 . Ag]
                   = 0,8 [(21,25 . (Ag – 0,015 . Ag) + 6Ag]
                  = 0,8 [ 21,25 Ag – 0,32 Ag + 6Ag] 
           Ag  = 0,0464 Pn(max)
a)      Dimensi Kolom Lantai 2 
Dimensi kolom lantai 2 dihitung sebagai berikut : 
Beban yang bekerja pada kolom lantai 2 = W2 = 8408,8 kg 
Ag        = 0,0464 Pn(max)
               = 0,0464 . 8408,8 kg
             = 390,168 cm2 
Dimabil lebar kolom (b) = tebal dinding, yaitu sebesar 15 cm 
                              Maka panjang kolom adalah :
h           = Ag / b
                         = 390,168 / 15
                         = 26,011 cm 30 cm
                              Maka dimensi kolom K1 150 x 300 mm
b)   Dimensi Kolom Lantai 1 
Dimensi kolom lantai 2 dihitung sebagai berikut :
Beban yang bekerja pada kolom lantai 1 = W1 = 20009,2 kg
Ag        = 0,0464 Pn(max) 
            = 0,0464 . 20009,2 kg
            = 928,427 cm2 
Dimabil lebar kolom (b) = tebal dinding, yaitu sebesar 30 cm
Maka panjang kolom adalah :
h           = Ag / b
             = 928,427/ 30
             = 30,948 cm 40 cm
Maka dimensi kolom K1 300 x 400 mm  
                                                  TABEL DIMENSI KOLOM                                                    
Tipe Balok
h (mm)
b (mm)
Kolom lantai I
400
300
Kolom lantai II
300
150

dari berbagai sumber : http://sipilworld.blogspot.com

CARA MENGHITUNG PENULANGAN ATAP

Perilaku pelat ditentukan dari perbandingan bentang pelat yang lebih panjang dengan bentang yang lebih pendek dalam satu panel yang ditinjau. Sedangkan kondisi tumpuan pelat diasumsikan terjepit elastis, karena pelat yang direncanakan monolit terhadap balok dengan pemikul yang tidak terlalu kaku. Besar momen-momen lapangan dan tumpuan didapatkan berdasarkan Peraturan Beton Indonesia tahun 1971 (PBI 1971), pada tabel untuk pelat persegi yang menumpu pada keempat sisinya akibat beban terbagi rata. Tabel momen untuk pelat 2 arah dapat dilihat pada lampiran Bab III. Dengan demikian perhitungan penulangan pelat adalah sebagai berikut:




Dimana:
ly = 6000 mm lx = 4000 mm ly/lx = 6000/4000=1,5 < 2
Maka pelat tersebut merupakan pelat 2 arah. Berdasarkan nilai ly/lx yang telah diperoleh, maka dapat digunakan tabel 1.3.2 PBI 1971, untuk mencari nilai koefisien momen (X) yang dipakai dalam menghitung nilai momen arah x (Mlx) dan momen arah y (Mly), dengan nilai koefisien tersebut adalah sebagai berikut:
Xx = 36
Xy = 36
Nilai momen yang bekerja pada pelat adalah sebagai berikut:
Mlx

  • = -Mtx 
  • = 0,001 . qu . Lx2 . Xx
  • = 0,001. 417,2. (4)2. 36 
  • = 240,31 kgm
Mly
  • = -Mty  
  • = 0,001 . qu . Ly2 . Xy 
  • = 0,001. 417,2.(6)2. 36  
  • = 540,69 kgm 
Penulangan pelat dihitung sebagai berikut:
1) Penulangan arah X 
Mu = 240,31 kgm = 2403072 Nmm 
L = 4 m > 3,5 m, maka d dihitung sebagai berikut: 
d = h – 30 = 100 – 30 = 70 mm 
As = Mu / θ.γ.d. fy = 2403072 / 0,8.0,925.70.400 = 115,98 mm2 
Diameter tulangan yang digunakan Ø12. 
Astul = 1/4 π d2 = (1/4 π (12)2)= 113,04 mm2 
Jumlah tulangan yang digunakan adalah: 
n = As / Astul = 115,98 / 113,04 = 1,03 ≈ 2 buah 
Aspakai = As. Jumlah tulangan = 115,98 . 2 = 231,96 (per meter lebar pelat)

Pengecekan terhadap rasio penulangan:
ρ = Aspakai / b.h = 231,96 / 1000.70 = 0,0039
ρmin = 0,0035 ρmax = 0,0163
ρmin = 0,0035 < ρ = 0,0039 → Ok
ρ = 0,0039 < ρmax = 0,0163 → Ok

Pengecekan terhadap momen nominal:
Tinggi balok persegi ekuivalen
a = 2,73 mm
ØMn = Ø. As. fy. (d – a/2) = 0,8. 115,98. 400.(70 – "2,73 /2)" = 2547291,936 Nmm
ØMn = 2547291,936 Nmm > Mu = 2403072 Nmm → Ok
Nilai Ø diambil berdasarkan Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung [RSNI 03-2847-2002], dimana faktor reduksi kekuatan atau Ø = 0,8. Asumsi diameter tulangan adalah 12 mm dan jumlah tulangan tiap 1000 mm adalah 4, sehingga jarak tulangan dapat dihitung sebagai berikut: jarak tulangan, S = 1000/2 = 500 mm
Maka diambil tulangan d12-500 mm.

2) Penulangan arah Y
Mu = 540,69 kgm = 5406900 Nmm
d = 100 – 30 = 70 mm
As = Mu / θ.γ.d. fy = 5406900 / 0,8.0,925.70.400 = 260,95 mm2
Diameter tulangan yang digunakan d12.
Astul = 1/4 π d2 = 1/4 π (12)2 = 113,04 mm2
Jumlah tulangan yang digunakan adalah:
n = As / Astul = 260,95 / 113,04 = 2,31 ≈ 3 buah
Aspakai = As. Jumlah tulangan = 260,95 . 3 = 782,85 mm2 (per meter lebar pelat)

Pengecekan terhadap rasio penulangan:
ρ = Aspakai / b.h = 782,85 / 1000.70 = 0,0111
ρmin = 0,0035 ρmin = 0,0163
ρmin = 0,0035 < ρ = 0,0111 → Not Ok
ρ = 0,0111 < ρmax = 0,0163 → Ok
Persyaratan rasio penulangan memenuhi persyaratan terhadap ρmax, tetapi tidak memenuhi persyaratan ρmin, maka digunakan nilai ρ sebagai berikut:
ρbaru = ρmin = 0,0035

Pengecekan terhadap momen nominal:
Tinggi balok persegi ekuivalen
a = 6,14 mm
ØMn = Ø. As. fy. (d – a/2) = 0,8. 260,95. 400.(70 – "6,14 " /2) = 5588922,72 Nmm
ØMn = 5588922,72 Nmm > Mu = 5406900 Nmm → Ok
Nilai Ø diambil berdasarkan Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung [RSNI 03-2847-2002], dimana faktor reduksi kekuatan atau Ø = 0,8. Asumsi diameter tulangan adalah 12 mm dan jumlah tulangan tiap 1000 mm adalah 4, sehingga jarak tulangan dapat dihitung sebagai berikut:
jarak tulangan, S = 1000/2 = 500 mm
Maka diambil tulangan d12-500 mm.

3) Perhitungan tulangan pembagi 
Tulangan pembagi merupakan tulangan yang diletakan sejarak 0,25Ln dari tepi balok. Tulangan ini dihitung berdasarkan luas tulangan minimum yang dibutuhkan.
Asmin = ρmin . b. d = 0,0035.1000.70 = 245 mm2
n = As / Astul = 260,95 / 113,04 = 2,31 ≈ 3 buah
Aspakai = As. Jumlah tulangan = 113,04 . 3 = 339,12 mm2 (per meter lebar pelat)
Asumsi diameter tulangan adalah 12 mm dan jumlah tulangan tiap 1000 mm adalah 4, sehingga jarak tulangan dapat dihitung sebagai berikut:
jarak tulangan, S = 1000/2 = 500 mm
Maka diambil tulangan d12-500 mm.

Detail Penulangan Pelat Atap
dari berbagai sumber : http://sipilworld.blogspot.com/

strukture atap canopy carport

Jenis Struktur Atap Carport

Atap carport kantilever. Foto: iDEA/Richard Salampessy
Desain carport terdiri atas bagian lantai, dinding, dan struktur penahan atap, serta rangka penutup atap. Bagaimana struktur atapnya?
Struktur penahan rangka atap carport dapat dikategorikan menjadi tiga tipe:
  1. Struktur yang berdiri sendiri: struktur berdiri sendiri dapat ditopang pada keempat titik utama, atau bisa juga hanya dengan dua titik utama dengan menggunakan sistem kantilever. Kolom-kolom penopang dapat dipilih dari kolom beton, kayu, besi, baja, atau kombinasi di antara material tersebut. Tampilan luar kolom dapat dipilih sesuai dengan konsep desain carport.
  2. Struktur menempel sebagian: carport yang berada sangat dekat dengan bangunan utama akan memiliki keuntungan. Rangka atap dapat dibuat menempel dengan rumah. Cara ini membuat biaya konstruksi carport lebih hemat. Hanya dengan dua titik penopang, carport sudah cukup kokoh. Agar tampilan menarik, konstruksi carport sebaiknya menggunakan sistem dan material yang sejalan dengan konstruksi rumah serta fasad utama.
  3. Struktur gantung: struktur gantung merupakan struktur kantilever dengan sling besi ataupun sling baja. Sistem ini memungkinkan penutup atap menggantung bebas tanpa membutuhkan kolom tambahan. Diperlukan material yang ringan untuk rangka atap dan penutupnya. Struktur semacam ini biasanya menggunakan jenis atap datar.
 sumber

atap canopy carport

atap canopy carport

Pengertian Carport

Carport adalah tempat menyimpan kendaraan di depan rumah yang tidak memiliki garasi ataupun memiliki kendaraan lebih banyak dari kapasitas garasi. Emper mobil biasanya dilengkapi atap dengan tujuan untuk melindungi kendaraan dari air hujan, embun malam dan terik cahaya matahari dan lantai yang diperkeras. Alasan lainnya adalah keterbatasan lahan tidak memungkinkan disediakannya ruang untuk garasi karena garasi umumnya merupakan bagian dari bangunan rumah sehingga membutuhkan lahan yang cukup dan perencanaan khusus.

Faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat carport

Ada beberapa faktor dalam merencanakan emper mobil antara lain :
  • Luas lahan, harus lebih lebar dan lebih panjang sekurang-kurangnya 1 meter dari ukuran kendaraan yang akan diparkir.
  • Letak carport harus memperhatikan sirkulasi kendaraan ketika keluar-masuk carport maupun arah dan arus kendaraan di jalan yang berbatasan dengan halaman.
  • Bentuk dan struktur atap carport sangat beragam. Selain bergantung pada selera pemilik rumah, hal penting yang harus dipertimbangkan adalah bahwa tampilan desain atap carport berpengaruh secara langsung terhadap tampilan wajah bangunan secara keseluruhan.
  • Letak talang air untuk pembuangan air hujan harus direncanakan sedemikian sehingga bisa mengalirkan curahan air hujan dengan baik.
  • Pemilihan material harus memperhatikan faktor kekuatan, kemudahan pemasangan, dan perawatan, pemilihan material pun harus memperhitungkan pengaruh karakteristik material terhadap tampilan desain bangunan rumah. Material  memiliki banyak piihan material, ada yang dari kayu, stainless steel, rangka baja, bahkan balok beton.
  • Biaya yang dimiliki untuk pembangunan emper mobil.
ENAM MODEL STRUKTUR CANOPY CARPORT



BAYANGKANLAH jika konstruksi carport dibuat tanpa perencanaan yang matang. Apa jadinya jika tiang atau carport runtuh menimpa mobil kesayangan Anda? Jangan lupa pula, keberadaan carport yang terletak di muka rumah akan mempengaruhi tampilan wajah rumah secara keseluruhan.
Meski tidak diperlukan sebuah perencanaan yang rumit sebagaimana ketika membangun rumah, membuat carport membutuhkan perencanaan yang cermat dengan beberapa pertimbangan tertentu. Tujuannya tentu saja agar diperoleh carport yang kuat sehingga dapat mengakomodasi fungsi utamanya untuk melindungi kendaraan, mendapat bentuk yang tepat sesuai dengan yang diinginkan, serta menghasilkan tampilan yang indah untuk mendukung tampilan wajah rumah. Untuk itu, jangan lupakan hal-hal berikut ini ketika Anda merencanakan pembuatan carport. Dibawah ini adalah model carport yang bisa menjadi inspirasi bila anda ingin membaut area carport anda tampil lebih cantik.

STRUKTUR KANTILEVER

ImageImage

KELEBIHAN struktur ini adalah tidak membutuhkan tempat yang luas untuk tumpuan strukturnya karena tumpuan kantilever hanya pada satu sisi. Ada dua perkuatan yang digunakan untuk tumpuan stukturnya. Satu berada pada rangka atap yang dibaut ke dinding, dan kedua berada pada kekuatan tali baja yang dikaitkan dengan rangka atap dan dinding.

STRUKTUR KAWAT

ImageImage

STRUKTUR penyangga utamanya hanya sepotong besi persegi di sisi kanan atau kiri atap. Sebagai penguat digunakan kawat baja yang dipasang mengait pada atap kanopi. Ujung-ujung kawat tertambat pada besi penyangga, dan Rangka atap hanya berupa besi hollow. Struktur atap seperti ini menimbulkan kesan simpel pada bangunan.

STRUKTUR KAYU

ImageImage


STRUKTUR Kayu lebih mudah untuk mengaplikasikannya, karena kayu gampang dibentuk dan mempunyai kesan alami. Cocok untuk daerah yang berhawa dingin untuk membuat kesan suasana lebih hangat. Selain itu material lebih kayu gampang untuk ditemui dipasaran dibanding material lain, hanya saja kita perlu tahu kayu apa yang cocok pada kondisi luar seperti panas dan hujan

STRUKTUR BETON

ImageImage

STRUKTUR beton merupakan struktur yang paling kokoh untuk sebuah carport. Dia tidak menerima beban apapun kecuali bebannya dia sendiri. Supaya semakin kokoh biasanya diberi empat pilar atau kolom untuk menyangga struktur atap carport yang berupa dak beton. Selain kokoh tentunya struktur ini paling mahal. Alangkah baiknya jika diatas dak beton karport bisa dimanfaatkan
untuk taman.

STRUKTUR POLYCARBONATE

ImageImage

POLIKARBONAT merupakan salah satu jenis dari thermoplastic polimer. Sifatnya mudah dikerjakan (easily worked), dicetak (easily moulded) dan mudah terbentuk dengan panas (easily thermoformed). Material ini banyak digunakan pada industri kimia modern. Material ini memiliki identifikasi kode plastik 7. Polikarbonat lebih banyak dikenal sebagai penutup atap.Material ini sangat kuat. Bahan ini 250 kali lebih kuat dibandingkan kaca, dan 20 kali lebih kuat dibandingkan akrilik.

STRUKTUR BUKA TUTUP

ImageImage

BAHAN struktur atap ini adalah aluminium yang bisa dibuka atau ditutup, sangat praktis karena bisa
mendapatkan sirkulasi udara, atau ditutup jika hujan atau panas. Karena terbuat dari aluminium, struktur atap sangat ringan,antikarat dan tahan lama sehingga tidak membebani struktur bangunan. Pemasangannya mudah karena menggunakan sistem knock down sehingga bisa terpasang kurang dari sehari.

TANAMAN RAMBAT PADA KANOPI

Ada banyak jenis tanaman merambat berbunga yang bisa Anda pilih, bila hendak digunakan sebagai peneduh. Sebagian besar tanaman ini toleran terhadap intensitas matahari. Bunganya yang cantik tetap lebat dan selalu mekar meski kondisi lingkungan di sekitarnya teduh

ImageImage

KEUNGGULAN lain yang dimiliki oleh kebanyakan tanaman merambat yaitu bandel serta mudah tumbuh. Sifat seperti ini membuat pemilik tidak direpotkan oleh pemeliharaan. Perawatan rutin yang di akukan cukup pemangkasan. Dilaksanakan setiap dua minggu sampai sebulan sekali. Pertumbuhan semakin pesat pada waktu musim hujan. Tanaman merambat berbunga juga sering ditanam sebagai pot plant. Ukuran diameter pot yang digunakan berkisar antara 20-30 cm. Mereka sangat cocok dimaanfaatkan sebagai topiari. Untuk keperluan tersebut, pot harus dilengkapi kerangka. Dibuat dengan kawat atau besi. Topiari tanaman merambat berbunga dapat dipajang di tengah taman maupun di depan pintu gerbang.Cara perambatan yang dilakukan tidak sulit. Hanya butuh kesabaran. Juluran tanaman sedikit demi sedikit dililitkan di keran gka kanopi yang sudah tersedia. Agar tak mudah copot diikat dengan tali plastik atau biar indah bisa dililitkan pada kawat. Ikatan bisa dilepas bila batang telah kokoh melilit kerangka. Bentuk topiari dan naungan terlihat semakin bagus bila daun tanaman tumbuh rimbun. Pemupukan dilakukan setiap 1 bulan sekali. Menggunakan pupuk NPK. Pilih pupuk dengan kandungan Pospor lebih dari 50%. Atau dengan perbandingan NPK masing-masing 0 1 50 30. Tanaman yang ditanam dalam pot mendapat pupuk sebanyak 1 sendok makan. Sementara tanaman yang tumbuh langsung di pekarangan porsi pupuk yang diberikan 2 sendok makan dan diberikan 3 bulan sekali. Selain itu, pemangkasan juga dapat merangsang sekaligus menambah jumlah tandan bunga yang dihasilkan.
 

ATAP, adalah, mengenal, Komponen, Struktur

Tiga komponen penyusun atap:
  1. struktur atap (rangka atap dan penopang rangka atap);
  2. penutup atap (genteng,polikarbonat);
  3. pelengkap atap (talang horizontal/vertikal dan lisplang)
A. Struktur atap
Pengertian struktur atap adalah bagian bangunan yang menahan /mengalirkan beban-beban dari atap. Struktur atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap. Rangka atap berfungsi menahan beban dari bahan penutup atap sehingga umumnya berupa susunan balok –balok (dari kayu/bambu/baja) secara vertikal dan horizontal –kecuali pada struktur atap dak beton. Berdasarkan posisi inilah maka muncul istilah gording,kasau dan reng. Susunan rangka atap dapat menghasilkan lekukan pada atap (jurai dalam/luar) dan menciptakan bentuk atap tertentu.
Penopang rangka atap adalah balok kayu yang disusun membentuk segitig
a,disebut dengan istilah kuda-kuda. Kuda-kuda berada dibawah rangka atap,fungsinya untuk menyangga rangka atap. Sebagai pengaku,bagian atas kuda-kuda disangkutkan pada balok bubungan,sementara kedua kakinya dihubungkan dengan kolom struktur untuk mengalirakan beban ke tanah.
Secara umum dikenal 4 jenis struktur atap yaitu: struktur dinding (sopi-sopi) rangka kayu,kuda-kuda dan rangka kayu,struktur baja konvensional,struktur baja ringan. Diluar itu ada pula struktur dak beton yang biasa digunakan untuk atap datar.
Atap dan bagian-bagiannya
1. jurai dalam
Jurai dalam ialah bagian yang tajam pada atap,berjalan dari garis tiris atap sampai bubungan,dan terdapat pada pertemuan dua bidang atap pada sudut bangunan kedalam.
2. jurai luar
Jurai luar,ialah bagian yang tajam pada atap,berjalan dari garis tiris atap sampai bubungan,terdapat pada pertemuan dua bidang atap pada sudut bangunan ke luar.
3. bubungan (nok)
Merupakan sisi atap yang teratas,selalu dalam keadaan datar dan umumnya menentukan arah bangunan.
4. gording
Balok atap sebagai pengikat yang menghubungkan antar kuda-kuda. Gording juga menjadi dudukan untuk kasau dan balok jurai dalam.
5. kasau
Komponen atap yang terletak diatas gording dan menjadi dudukan untuk reng.
6. reng
Komponen atap yang memiliki profil paling kecil dalam bentuk dan ukurannya. Posisinya melintang diatas kasau. Reng berfungsi sebagai penahan penutup atap (genteng dan lain-lain). Fungsi lainnya adalah sebagai pengatur jarak tiap genteng agar rapi dan lebih “terikat”. Jarak antar reng tergantung pada ukuran genteng yang akan dipakai. Semakin besar dimensi genteng,semakin sedikit reng sehingga biaya pun lebih hemat.
B. Penutup atap
Penutup merupakan bagian yang menutupi atap secara keseluruhan sehingga terciptalah ambang atas yang membatasi kita dari alam luar. Ada berbagai pilihan penutup atap dengan pilihan bentuk dan sifat yang berbeda. Dua faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam pemilihannya adalah faktor keringanan material agar tidak terlalu membebani struktur bangunan dan faktor keawetan terhadap cuaca (angin,panas,hujan). Faktor lain adalah kecocokan/keindahan terhadap desain rumah. Ukuran dan desain dari penutup atap juga memberi pengaruh pada struktur,misalnya konstruksi kuda-kuda,ukuran reng,dan sudut kemiringan.
C. Komponen pelengkap

Elemen pelengkap pada atap selain berfungsi struktural juga estetis.
Talang
Saluran air pada atap yang berfungsi mengarahkan air agar jatuh ketanah disebut talang. Talang dipasang mendatar mengikuti tiris atap kemudian dialirkan ke bawah melalui pipa vertikal.
Lisplang
Dari segi konstruksi,lisplang menciptakan bentukan rigid (kokoh,tidak berubah) dari susunan kasau. Pada pemasangan rangka penahan atap,batang-batang kasau hanya ditahan oleh paku dan ada kemungkinan posisinya bergeser. Disinilah lisplang berfungsi untuk mengunci susunan kasau tersebut agar tetap berada pada tempatnya. Dari segi estetika,lisplang berfungsi menutupi kasau yang berjajar dibawah susunan genteng/bahan penutup atap lain. Maka tampilan atap pada bagian tepi akan terlihat rapi oleh kehadiran lisplang.

http://duniarumah.blogspot.com/2008/07/mengenal-atap.html

Cara menghitung luasan atap bangunan

Cara menghitung luasan atap bangunan


Atap merupakan bagian penting dari rumah, sebagai pelindung terhadap panas matahari, air hujan, dan benda-benda lain yang bisa jatuh dari atas dan masuk ke dalam rumah.
Beberapa bentuk atap seperti :    * Atap Pelana
    * Atap Perisai / Limas (contoh : joglo)
    * Atap Flat (contoh : bentuk miring / datar)
    * Atap Doom (contoh : kubah masjid)
    * Atap Khusus (contoh : gedung MPR, rumah batak, toraja)


Beberapa bahan penutup atap seperti :
    * Atap Ringan, contoh : Jerami, Ijuk, Seng, Asbes, Polycarbonat
    * Atap Sedang, contoh : Genteng Tanah, Genteng Keramik, Genteng Beton, Genteng Kayu
    * Atap Berat, contoh : Dak Beton Cor


Makin berat bahan penutup atap, makin besar resiko tertimpa benda berat. Bila atap tersebut roboh akibat terjadi gempa bumi.
Banyak yang belum tahu. Cara nenghitung luasan atap ?Ini ada Tip praktis untuk atap flat, limas, pelana dan perisai.
1. Cara menghitung luasan atap Flat datar.Biasanya dipakai untuk dak beton cor
Rumus :Kebutuhan luasan atap = Panjang x Lebar
Misalnya rumah dengan ukuran 6m x 10m dan Overstek atap 0.8mLuasan atapnya adalah= (6 + 1.6)m x (10 + 1.6)m= (7.6m x 11.6m)= 88.16 m2
2. Cara menghitung luasan atap limas / perisai / pelana.Luasan atap dihitung dalam satuan m2
Rumus :Kebutuhan luasan atap = (Panjang x Lebar) / Cos(z)dimana : z adalah sudut kemiringan atap
Misalnya rumah dengan ukuran 6m x 10m dan Overstek atap 0.8mSedang sudut kemiringan atap 30 derajat.Luasan atapnya adalah= ((6 + 1.6)m x (10 + 1.6)m) / (Cos 30)= (7.6m x 11.6m) / (Cos 30)= 88.16 m2 / 0.866= 101.7984 m2
Catatan :Rumus ini masih bisa dipakai untuk menghitung pada atap yang berbentuk campuran perisai dan pelana.
Semoga bermanfaat.

Rangka Atap Baja Ringan Murah 2013, ATAP BAJA RINGAN

Rangka Atap Baja Ringan menerima pemasangan di Solo, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Salatiga,Wonogiri, Klaten
banyak harga Rangka atap baja ringan yang di tawarkan, namun bijaklah memilih produk rangka atap baja ringan, jangan sampai salah pilih rangka atap baja ringan. harga rangka atap baja ringan murah namun kualitas rangka atap baja ringan sangat rendah ya rugi donk
Spesifikasi :

Zinkcalume
Cnp0,75 (Ibi), Reng Mp 0,45
Jarak Kuda-kuda 1,20cm
Harga Ter Pasang Rp 120.000/m2 Fix

Zinkcalume
Cnp0,75 (Tidar), Reng Mp 0,45
Jarak Kuda-kuda 1,20cm
Harga Ter Pasang Rp 120.000/m2 Fix

Zinkcalume
Cnp1,75 (Tidar), Reng Mp 0,45
Jarak Kuda-kuda 1,20cm
Harga Ter Pasang Rp 145.000/m2 Fix

Almunium foil Rp 17.000/m2
Genteng metal berpasir (KTK) 0,25 Rp 115.000/M2 Terpasang termasuk nok
 Spandek Rp 75.000/m2

UD. AURELIA SANJAYA
hub : Ayub Pujiyanto
Hp : 08568547525 / 081226501760 / 087835200877
Flexy : 0271 2600084
Alamat : Celep Rt.22, Celep, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah 57292

Kami Spesialis Rangka atap baja ringan, dengan material berkualitas tinggi.
Struktur Rangka Atap Baja Ringan menggantikan Struktur atap kayu yang sudah lama di tinggalkan.
Kelebihan Rangka atap baja ringan :

Keunggulan dari produk kami adalah :
  1. Presisi yang tinggi dan akurat
  2. Anti Karat dan rayap sehingga bebas biaya perawatan
  3. Rapih, aman, tidak merambatkan api
  4. Lebih Ringan dan cepat dalam pemasangan
  5. Cocok dipasang untuk segala tipe genteng

ANTI RAYAP, ANTI KARAT, TIDAK KEROPOS, TIDAK PERLU PERAWATAN, TIDAK MENYUSUT, TAHAN CUACA, KONDUKTOR API, MURAH, KOKOH, AMAN dan EFISIEN.
Sangat cocok diaplikasikan untuk struktur atap bangunan baik rumah, gedung,kantor, tempat ibadah, semua bangunan.
Pemasangan struktur rangka atap baja ringan oleh tenaga kami menggunakan perhitungan sistem komputer/software yang akurat.
Kami memberi garansi pemasangan hingga 10 tahun.
Di sertai dengan gambar dan Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang menjawab kekhawatiran anda tentang kami.


Rangka Atap Baja Ringan di Solo
Rangka Atap Baja Ringan di Sragen
Rangka Atap Baja Ringan di Sukoharjo
Rangka Atap Baja Ringan di Karanganyar
Rangka Atap Baja Ringan di  Boyolali
Rangka Atap Baja Ringan di Salatiga
Rangka Atap Baja Ringan di Wonogiri
Rangka Atap Baja Ringan di Klaten

Cara Menghitung Luas atap baja ringan

Cara Menghitung Luas rangka atap baja ringan adalah menggunakan luas permukaan miring, dimana luas rangka atap baja ringan telah meliputi oversteck dan kemiringan atap.Cara perhitungan tergantung bentuk atap rumah, karena bentuk atap berkaitan dengan luas dari atap tersebut.
Dengan cara penghitungannya sbb:
Misal:
  • Panjang : 12 m
  • Lebar     : 6 m
  • oversteck : 0.60 m
  • kemiringan atap: 30 derajat (cosinus 30 = 0.8660)
  • bentuk atap limas (jatuh air ke empat sisi) dengan oversteck keliling ( depan, belakang, kanan,kiri )
Menentukan luas datar:
Luas Datar = (Panjang + oversteck) x (lebar + oversteck)
= (12+0.6+0.6) x (6+0.6+0.6)
= 13.2 x 7.2
= 95.04 M2
Menentukan Luas miringnya:
Luas Miring = Luas datar / cosinus kemiringan atap
= 95.04 / 0.8660
= 109.75 M2
Maka Luas Rangka atap Baja ringannya adalah = 109.75 M2










Rangka Atap Baja Ringan di Solo
Rangka Atap Baja Ringan di Sragen
Rangka Atap Baja Ringan di Sukoharjo
Rangka Atap Baja Ringan di Karanganyar
Rangka Atap Baja Ringan di  Boyolali
Rangka Atap Baja Ringan di Salatiga
Rangka Atap Baja Ringan di Wonogiri
Rangka Atap Baja Ringan di Klaten
Rangka Atap Baja Ringan, Rangka Atap Baja Ringan, Rangka Atap Baja Ringan, Rangka Atap Baja Ringan, Rangka Atap Baja Ringan, Rangka Atap Baja Ringan, Rangka Atap Baja Ringan, Rangka Atap Baja Ringan, Rangka Atap Baja Ringan, Rangka Atap Baja Ringan