Showing posts with label K. Show all posts
Showing posts with label K. Show all posts

kantor K-LINK di Sragen

Agen Distributor K-LINK di Sragen

Jika Butuh Produk Kesehatan K-LINK
Hub Marketing dan Konsultasi Kesehatan :
Wilayah Sragen Tepatnya dan SOLO area
SRAGEN, SOLO, SUKOHARJO, WONOGIRI, BOYOLALI dan sekitarnya

 hub : UD AURELIA SANJAYA  
  • pin BB 270E7DC9
  • 0856 8547 525 ( indosat )
  • 081 226 501 760 ( telkomsel )
  • 087 835 200 877 ( xl )
Telphone : 0271 2600084 ( flexy )
Atas  : Nama Ayub Pujiyanto
alamat kantor k-link di sragen
Alamat : Celep Rt.22, Celep, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah 57292
Lihat di Peta google map KLIK SINI

kami juga hadir di Pusat Kota sragen hub kami mau datang ke kantor kami yang ada di sragen
 

Citra Beaucare Night Cream

Product Description
Krim malam bernutrisi tinggi untuk menjaga kelembaban kulit, memberikan nutrisi pada kulit wajah di malam hari sehingga mengembalikan kesehatan dan keindahan kulit. Dengan formula Tea Tree Oil dan Vitamin E bekerja di sepanjang malam untuk mengatasi tanda tanda awal penuaan. Collagen dan Squalen menjaga elastisitas kulit sehingga mampu mengurangi kerutan di wajah, Alpha Arbutin membantu mencerahkan kulit wajah dan kandungan lain akan membantu melembutkan dan menghaluskan kulit wajah
 
MeMe
 pin BB 20EF08F0
087 735 010 250
082 324 949 638
085 713 812 207
 
atau hub UD AURELIA SANJAYA
pin BB 270E7DC9
  • 0856 8547 525 ( Indosat )
  • 081 226 501 760 ( telkomsel )
  • 087 835 200 877 ( xl )
Telphone : 0271 2600084 ( flexy )
Atas  : Nama Ayub Pujiyanto
 

Cara membuat Mutu Beton K

Pada pelaksanaan pembangunan Rumah dan Gedung, banyak menggunakan Beton Bertulang sebagai konstruksi utamanya, mulai dari Pondasi, Sloof, Kolom, Balok, Plat Lantai, Tangga, dan sebagainya.

     Struktur Beton Bertulang Bangunan atau Gedung biasanya menggunakan Mutu Beton yang berbeda-beda, disesuaikan dengan Perencanaan Struktur masing-masing. Semakin berat Beban (Gaya Normal, Gaya Lintang, Momen) yang akan dipikul oleh suatu Beton Bertulang, maka sebaiknya menggunakan Mutu Beton yang semakin tinggi juga.

     Mutu Beton ini bisa didisain dengan Kekuatan yang berbeda-beda, misalnya K-350, K-325, K-300, K-250, K-225, K-175 dan sebagainya. Disain ini dibuat dengan cara mengatur Komposisi Material Semen, Pasir, Kerikil, dan Air pada proses pencampuran pembuatan Beton.

Dapat dilihat pada Tabel dibawah:

Mutu Beton            Semen (kg)     Pasir (kg)     Kerikil (kg)     Air (liter)     w/c ratio
7.4 MPa (K 100)          247                  869                 999                 215               0.87
9.8 MPa (K 125)          276                  828                1012                215               0.78
12.2 MPa (K 150)        299                  799                1017                215               0.72
14.5 MPa (K 175)        326                  760                1029                215               0.66
16.9 MPa (K 200)        352                  731                1031                215               0.61
19.3 MPa (K 225)        371                  698                1047                215               0.58
21.7 MPa (K 250)        384                  692                1039                215               0.56
24.0 MPa (K 275)        406                  684                1026                215               0.53
26.4 MPa (K 300)        413                  681                1021                215               0.52
28.8 MPa (K 325)        439                  670                1006                215               0.49
31.2 MPa (K 350)        448                  667                1000                215               0.48

Referensi Tabel:  SNI DT – 91- 0008 – 2007 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton, oleh Dept Pekerjaan Umum.

ANALISIS DAN DESAIN KOLOM, pembesian

Kolom
  Contoh data-data teknis untuk perhitungan dimensi awal kolom adalah sabagai berikut: 
  1. Tinggi kolom Lt 1             = 3,5 meter 
  2. Tinggi kolom Lt 2             = 3,5 meter 
  3. Dimensi balok Induk        = 400 x 200 mm 
  4. Dimensi balok anak          = 250 x 150 mm 
  5. Pelat lantai (t)                   = 120 mm 
  6. Pelat atap (t)                     = 100 mm 
Pembebanan pada kolom 
Beban yang bekerja pada kolom lantai 1 diakumulasikan dengan beban-beban yang bekerja pada kolom lantai 2. Hal ini dilakukan agar dimensi kolom lantai 1 tidak lebih kecil dari dimensi kolom pada lantai 2. Perhitungan pembebanan pada kolom adalah sebagai berikut:
a)        Pembebanan kolom lantai 2
Distribusi pembebanan kolom lantai 2, berasal dari dak atap pada elevasi 7 m dan ring balok lantai 2. Perhitungannya sebagai berikut :
Perhitungan beban mati yang bekerja pada kolom adalah sebagi berikut:
Wbalok  
  •  A x  x L
  •  [ 0,4 x 0,2 x 2400 x ( 2,25 + 2,5 + 2 ) ]
  •    1104 kg
Wpelat    
  • beban pelat atap
  • A x  x tpatap
  • ( 4,75 x 2 ) x 2400 x 0,1
  • 2280 kg
Data berat plafon dan penggantung diperoleh dari Perencanaan Pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana: 
Berat eternit/plafon (tebal 4mm)           = 11 kg/m2 
Berat penggantung (dari kayu)              = 7,0 kg/m
Total beban mati pada lantai 2 adalah: 
WDL2            
  • Wbalok + Wpelat  + Wplafon
  •  1104 kg + 2280kg + 171 kg
  •   3555 kg
Beban hidup yang bekerja pada lantai dan membebani kolom di lantai dua ini adalah : 
WLL2       
  • 200 kg/m2 x 4,75 x 2
  •  1900 kg
Nilai beban hidup diperoleh dari pedoman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal dan mempunyai nilai beban hidup sebesar 200 kg/m2.Maka beban yang terjadi pada kolom lantai 2 seluruhnya dapt dihitung dengan kombinasi pembebanan, sehingga beban pada kolom lantai 2 adalah:
W2                          
  •  1,2 WDL2+ 1,6WLL2
  •  (1,2 x 3555) + (1,6 x 1900 )
  •  7306 kg
b)           Pemebebanan Kolom Lantai 1 
Distribusi pembebanan kolom lantai 1, berasal dari lantai 2 pada elevasi 3,5 m. Elemen-elemen yang diperhitungkan sama dengan pembebanan kolom lantai 2 ditambah dengan perhitungan beban mati dan beban hidup untuk kolom lantai 1.
Perhitungannya beban mati yang bekerja pada kolom adalah sebagai berikut:
Wbalok     
  •   A x  x L
  •  { 0,25 x 0,15 x  2400 x ( 2,25 + 2,5 + 2 ) 
  • 607,5 kg
Wkolom   
  •  A x  x L
  •  (0,25 x 0,15) x 2400 x 3,5 
  •   315 kg
Wpelat 
  •  beban pelat
  • A x  x tppelat
  •  ( 2 x 4,75 ) x 2400 x 0,12
  •  2736 kg
Wwall       
  • A x (berat plafon + penggantung)
  •  ( 3,5 x 4,75 ) x 250 kg/m2
  •    4156,25 kg
Wfinishing 
  •  A x [berat spesi (adukan) + ubin + pasir urug]
  •  ( 2 x 4,75 ) x (21 kg.m2 + 22 kg/m2 + 24 kg/m2)
  •  636,5 kg
Besar beban finishing dan beban dinding diperoleh dari peodman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung.
Wplafon     
  •  A x ( berat plafon + penggantung)
  •  (4,75 x 2) x 18 kg/m2
  •  171 kg
Data berat plafon dan penggantung diperoleh dari Perencanaan Pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana:
Berat eternit/plafon (tebal 4mm)           = 11 kg/m2
Berat penggantung (dari kayu)             = 7,0 kg/m2
    Total beban mati pada lantai 1 adalah: 
WDL1 
  •  Wbalok + Wkolom + Wwall + Wpelat + Wplafon + Wfinishing + WDL2
  •   607,5 + 315 + 4156,25 + 2736 + 171 + 636,5 + 3555
  •  12177,25 kg
 Beban hidup yang bekerja pada lantai dan membebani kolom di lantai satu ini adalah :  
WLL1    
  •  200 kg/m2x 4,75 x 2
  • 1900 kg
    Nilai beban hidup diperoleh dari pedoman perencanaan pembebanan untuk ruma dan gedung, dimana bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal dan mempunyai nilai beban hidup sebesar 200 kg/m2.Maka beban yang terjadi pada kolom lantai 2 seluruhnya dapt dihitung dengan kombinasi pembebanan, sehingga beban pada kolom lantai 2 adalah:
    W1       
    •  1,2 WDL1 + 1,6WLL1
    •                (1,2 x 12177,25)  + (1,6 x 1900)
    •             17652,7 kg
Perhitungan Dimensi Awal Kolom
Perhitungan dimensi awal kolom dihitung berdasarkan SK SNI 03-2847-2002, dengan persamaan berikut: 
Ø Pn (max) = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ]
 Dimana :
Ø Pn (max)           = Beban aksial maksimum
Ag                         = Luas penampang kolom
Ast                        = 1,5 % x Ag
Maka perhitungan dimensi awal kolom adalah sebagai berikut: 
Ø Pn(max) = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ] 
Pn(max)     = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ]
                   = 0,8 [ (0,85 . 25 (Ag – 0,015 . Ag) + 400 . 0,015 . Ag]
                   = 0,8 [(21,25 . (Ag – 0,015 . Ag) + 6Ag]
                  = 0,8 [ 21,25 Ag – 0,32 Ag + 6Ag] 
           Ag  = 0,0464 Pn(max)
a)      Dimensi Kolom Lantai 2 
Dimensi kolom lantai 2 dihitung sebagai berikut : 
Beban yang bekerja pada kolom lantai 2 = W2 = 8408,8 kg 
Ag        = 0,0464 Pn(max)
               = 0,0464 . 8408,8 kg
             = 390,168 cm2 
Dimabil lebar kolom (b) = tebal dinding, yaitu sebesar 15 cm 
                              Maka panjang kolom adalah :
h           = Ag / b
                         = 390,168 / 15
                         = 26,011 cm 30 cm
                              Maka dimensi kolom K1 150 x 300 mm
b)   Dimensi Kolom Lantai 1 
Dimensi kolom lantai 2 dihitung sebagai berikut :
Beban yang bekerja pada kolom lantai 1 = W1 = 20009,2 kg
Ag        = 0,0464 Pn(max) 
            = 0,0464 . 20009,2 kg
            = 928,427 cm2 
Dimabil lebar kolom (b) = tebal dinding, yaitu sebesar 30 cm
Maka panjang kolom adalah :
h           = Ag / b
             = 928,427/ 30
             = 30,948 cm 40 cm
Maka dimensi kolom K1 300 x 400 mm  
                                                  TABEL DIMENSI KOLOM                                                    
Tipe Balok
h (mm)
b (mm)
Kolom lantai I
400
300
Kolom lantai II
300
150

dari berbagai sumber : http://sipilworld.blogspot.com

RUMUS-RUMUS TEKNIK SIPIL / rumus rab

RUMUS-RUMUS TEKNIK SIPIL & PERATURAN BEBAN

> UMUM :

> BETON :

  • Konversi K – fc’, kuat tekan variasi tinggi/diameter, kuat tekan terhadap umur beton [View] [Download]
  • Berat, luas & sifat mekanis tulangan [View] [Download]
  • Tipe semen PC, jumlah sampel, slump, diameter agregat [View] [Download]
  • Kombinasi pembebanan, faktor reduksi kekuatan, faktor Beta-1 [View] [Download]
> BAJA :

  • Mutu baja, kombinasi beban, batas lendutan, faktor reduksi [View] [Download]
> GEMPA :

19. Spreadsheet Excell Perhitungan Struktur Beton
20. Spreadsheet Excell Perhitungan Jembatan
21. Spreadsheet Excell Perhitungan Kuda- kuda Baja Ringan :
22. Tabel Profil Baja (Excel)
23. Kumpulan Materi Seminar HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

24.
STRUCTURAL STEEL DESIGNER’S HANDBOOK
SNI GEDUNG

SNI JEMBATAN

PEDOMAN PERENCANAAN BANGUNAN AIR
  • KP – 01 Kriteria Perencanaan-Bagian Perencanaan Jaringan Irigasi.
  • KP – 02 Kriteria Perencanaan-Bagian Bangunan Utama.
  • KP – 03 Kriteria Perencanaan-Bagian Saluran.
  • KP – 04 Kriteria Perencanaan-Bagian Bangunan.
  • KP – 05 Kriteria Perencanaan-Bagian Petak Tersier.
  • KP – 06 Kriteria Perencanaan-Bagian Parameter Bangunan.
  • KP – 07 Kriteria Perencanaan-Bagian Standar Penggambaran.
ONLINE REFERENCE


SLAB ON GRADE

REFERENCE


Link pada artikel lain yang terkait dengan tema di atas

FEMA (Federal Emergency Management Agency)


ASTM (American Society of Testing Material Engineers)
  • ASTM A 6/A 6M – 04a :
    Standard Specification for General Requirements for Rolled Structural Steel Bars, Plates, Shapes, and Sheet Piling
    (
    Download PDF size 357 kb)
  • ASTM A 36/A 36M – 04 :
    Standard Specification for Carbon Structural Steel
    (
    Download PDF size 23 kb)

ASCE (American Society of Civil Engineers)
  • Guide to the Use of the Wind Load Provision of ASCE 7-02
    published by th American Society of Civil Engineers
    138 pages (
    download file size 15 Mb )

ACI (American Concrete Institute)
  • ACI 351.3R-04 : Foundations for Dynamic Equipment,
    Reported by ACI Committee 351
    This report presents to industry practitioners the various design criteria and methods and procedures of analysis, design, and construction applied to dynamic equipment foundations.
    (
    download *.RAR 636 kb)
  • ACI 318-08 : Building Code Requirements for Structural Concrete and Commentary
    An ACI Standard, Reported by ACI Committee 318
    (
    down-load PDF 16.463 Mb)
  • ACI 315-99 : Details and Detailing of Concrete Reinforcement
    Reported by ACI Committee 315
    This document provides standards of practice for both the architect/engineer (A/E) and reinforcing steel detailer in showing reinforcing steel details. It is divided into three parts: one addressed to the A/E, one for the detailer, and a third providing a reference table and figures. It defines the responsibilities of both the A/E and detailer. It then establishes certain standards of practice for both the structural and placing drawings.
    (
    down-load PDF 859 KB)
  • ACI 318M-05 : Building Code Requirements For Structural Concrete And Commentary
    ACI 318M-05 is a complete metric companion to ACI 318-05. ACI 318-05 is deemed to satisfy ISO 19338, “Performance and Assessment Requirements for Design Standards on Structural Concrete,” Reference Number ISO 19338.2003(E). Also Technical Corrigendum 1: 2004.
    (
    down-load PDF 9.06 Mb)
  • ACI 336.2R : Suggested Analysis and Design Procedures for Combined Footings and Mats)
    MCP06.part1.rar
    MCP06.part2.rar
    MCP06.part3.rar
    MCP06.part4.rar

Eropa British dan sebangsanya
National Standard of the Peoples Republic of China

AISC – STEEL DESIGN GUIDE