Showing posts with label Petir. Show all posts
Showing posts with label Petir. Show all posts

MEKANISME SAMBARAN PETIR

MEKANISME SAMBARAN PETIR
Petir adalah suatu phenomena alam yang
merupakan hasil suatu proses elektro statis
yang terjadi di awan akibat adanya medan
listrik yang sangat besar pada daerah muatan
positip dan pada muatan negatip.
Dalam keadaan normal, udara mengandung
ion-ion positip dan negatip yang terdistribusi
secararandom.
Pada saat akan terjadi petir, ion-ion di udara
yang tadinya terdistribusi secara random dan
membentuk muatan yang netral akan
terpisah muatan negatip berada dilapisan
bawah dan muatan positip berada pada
lapisan atas. l)engan adanya muatan negatip
pada lapisan bawalu maka dipermukaan
bumi terinduksi muatan positip dan
membentuk medan listrik antara awan dan
permukaanbumi.
++++++++++
Bila medan listrik tersebut melebihi kekuatan
medan ternbus udara, maka akan terjadi
pelepasan muatan (Discharge) dan terjadilah
kilat (Petir).
o Medan listrik atmosphere besarnya 100
Y/AI dalam keadaan cunca normnl.
]ika terjadi sambaran petir, besarnya medan
listrik bisa mencapai 15 s/ d 20 KV/M.
Dari hasil pengamatan sambaran, petir terdiri
dari beberapa sanmabaran dengan tahapan
sebagaibeikut:
1,. PILOT STREAMER, yaitu sambaran yang
menentukan arah perambatan muatan
dari awan keudara yang ionisasinya
rendah. Kecepatan dari sambaran kurang
lebih 50.00 km/dtk. Pilot Streamer
akan bertemu dengan muatan positip dari
bumi, dimana titik pertemuan ini disebut
sebagai : POINT OF STRIKE.
2. Sambaran kedua terjadi pada titik yang
sama dengan mengikuti arah sambaran
pertAma (Pilot Streamer). Proses dari
sambaran petir ini berlangsung terus
menerus hingga mencapai belasan meter
bahkanbeberapa meter dari atas tanah.
3. Pertemuan sambaran yang lebih besar
dapat terjadi karena adanya aliran muatan
positip dari bumi ke awan. Sambaran ini
disebut Sambaran Kembali (Return
Stroke). Biasanya terdiri dari beberapa
sambaran.
Arus kilat pada setiap sambaran bisa mencapai
maksimum 200.000 Aphere. Arus kilat ini
merupakan arus impuls, dimana arus
puncaknya dicapai dalam beberapa mikro
detik.
EFEKSAMBARANPETIR
Sebuah sambaran petir menghasilkan energi
yang sangat besar, bisa mencapai 300 juta KW
dengan besar tegangan listrik 125 juta KV dari
rata-rataa rusp etir diatas2 0.000A .
r"r,gur,ril\ yang ditimbulkan oleh petir :
- Efek induksi, menyebabkan tidak
berf ungsinya peralatan maupun
terjadinya kesalahan data.
- Efek panas/ menyebabkan terjadinya
kobaran.
- Efek akustrik, menimbulkan gangguan
pada gelombangradio.
- Efek pada manusia atau hewan akan
menyebabkan kerusakan bahkan
kematian yang disebabkan besarnya arus
petir.
ffiryfsffi

Cara Pemasangan Penangkal Petir

Cara Pemasangan Penangkal Petir Neoflash
Secara garis besar cara pemasangan penangkal petir neoflash adalah menghubungkan unit terminal Neoflash yang diletakkan di ujung atas bangunan kemudian menghubungkannya ke grounding dengan kabel penghantar.
Grounding
Teknis Pemasangan Grounding
Pekerjaan dimulai dari bagian grounding terlebih dahulu atau bagian bawah untuk melihat tahanan sebaran tanah dengan pertimbangan keamanan dan kemudahan (efisiensi dalam pekerjaan)
Kemudian dilakukan pengetesan tahanan tanah menggunakan Earth Tester Meter . Apabila didapatkan tahanan tanah di bawah 5 Ohm maka pekerjaan berikutnya bisa di lakukan , bila belum mencapai dibawah 5 Ohm maka perlu untuk dibuat ground di sebelahnya dengan jarak minim 1 mtr atau setengah dari dalam grouding awal, yang selanjutnya di kopel / diparalel dengan grounding sebelumnya agar tahanan tanahnya turun, hal ini dilakukan berulang sampai mendapatkan nilai tahanan tanah dibawah 5 Ohm atau spesifikasi yang di inginkan, dengan perhitungan sebagai berikut,:
grounding g 1 & 2 = Tahanan Tanah ground 1 & 2
Gt = Nilai akhir ground ( Ohm)
Kabel Penangkal Petir
Pemasangan Kabel Penangkal Petir
Setelah Selesai pemasangan grounding langkah Selanjutnya memasang jalur elektris petir (Kabel) yaitu dengan menggunakan kabel dari grounding sampai ke atas bangunan .
Kabel yang bisa digunakan antara lain BC  (Bare Copper) , NYY atau Coaxial . Keutamaan dari kabel ada di segi luas penghantarnya (minim 50 mm), menggunakan penampang kabel lebih dari 50 mm  akan lebih baik.
Jalur kabel penghantar antara ujung bangunan dan lokasi graunding di usahakan sependek mungkin , sebab akan menguntungkan, ini di maksudkan agar arus petir dapat segera di salurkan selain juga dari segi material semakin sedikit dan dapat mengurangi hambatan penghantar.
Hindari belokan dengan sudut 90′ , sebab di belokan dengan sudut runcing akan menimbulkan Side flasing ( loncatan arus keluar dari jalur kabel yang ada ).
Untuk daerah-daerah yang terjangkau oleh aktifitas sebaiknya diberi pipa pelindung (conduit) dengan tujuan kerapian dan keamanan .
Setelah selesai pemasangan kabel penghantar maka bisa dimulai tahapan selanjutnya Penegakan tiang penangkal petir dan pemasangan head terminal Penangkal Petir Neoflash.
Tiang Penangkal Petir
Pasang Tiang Penangkal Petir

Instalasi Penangkal Petir Neoflash

Lay Out instalasi penangkal petir harus sesuai dengan daerah dimana peralatan akan dipasang , meletakkan di posisi di tengah areal sangatlah di harapkan agar mendapat perlindungan yang optimal.
Persyaratan kunci untuk instalasi penangkal petir adalah terminal penerima penangkal petir Neoflash® harus ditempatkan minimal 3 meter lebih tinggi dari permukaan atas bangunan yang ada .
Atau dengan memasang lebih tinggi sebesar 3 meter dari tinggi rata-rata bangunan, hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal Jika lebih pendek maka peralatan ini tidak akan bekerja dengan baik atau kurang maksimal.
Bila pemasangan penangkal petir neoflash semakin tinggi maka semakin besar radius perlindungan yang di dapatkan.
Perhatikan juga bahwa head terminal  penangkal petir neoflash harus berhubungan kokoh dan elektris dengan kabel penurunan penghantar arus beserta pertanahannya/grounding .
Gunakan bahan konduktor dengan inti tunggal atau serabut yang terbuat dari tembaga diameter minimal 50 mm, bisa berupa kabel telanjan,terbuka / tanpa isolator (BC/Bcc) atau kabel berisolator (NYY/NYA).
Nilai tahanan tanah/ground harus lebih kecil dari 5 ohm.
Sedangkan penggunaan kabel yang memiliki kwalitas baik dan berisolasi anti tegangan tembus direkomendasikan oleh ahli kami . kabel yang dilengkapi dengan anti tegangan tembus, misalnya Coaxial; N2XSY; NA2XSY.

sumber : http://www.antipetir.com

Penangkal Petir

Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan bagi petir menuju ke permukaan bumi, tanpa merusak benda-benda yang dilewatinya. Ada 3 bagian utama pada penangkal petir:
  1. Batang penangkal petir
  2. Kabel konduktor
  3. Tempat pembumian

Batang penangkal petir

Batang penangkal petir berupa batang tembaga yang ujungnya runcing. Dibuat runcing karena muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang runcing. Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik yang ada di awan. Batang runcing ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan

Kabel konduktor

.Kabel konduktor terbuat dari jalinan kawat tembaga. Diameter jalinan kabel konduktor sekitar 1 cm hingga 2 cm . Kabel konduktor berfungsi meneruskan aliran muatan listrik dari batang muatan listrik ke tanah. Kabel konduktor tersebut dipasang pada dinding di bagian luar bangunan.

Tempat pembumian

Tempat pembumian (grounding) berfungsi mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor ke batang pembumian (ground rod) yang tertanam di tanah. Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapis baja, dengan diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m .

Cara kerja

Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif di tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera merambat naik melalui kabel konduktor , menuju ke ujung batang penangkal petir. Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor, dengan demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan. Tetapi sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik (surge arrestor).