Showing posts with label PRIMBON. Show all posts
Showing posts with label PRIMBON. Show all posts

Menentukan Hari Baik Memulai Membuat Rumah, Berdasarkan Primbon BetalJemur ( primbon jawa )

Menentukan Hari Hari Memulai Membuat Rumah, Berdasarkan Primbon BetalJemur

Bagi orang jawa segala sesuatu yang berhubungan dengan kebaikan pasti dicarikan hari baiknya . Termasuk juga mendirikan rumah atau membuat rumah . Selain mengadakan selamatan sebagai tolak bala hari memulai pekerjaan juga menentukan . Saat ini buku primbon rujukan yang dipergunakan untuk mencari hari baik itu adalah ” Betal Jemur Adam Makna” . Bagi yang sudah mempunyai buku tersebut biasanya menghitung sendiri . Namun kebanyakan orang jawa datang ke tempat orang pintar untuk mohon petunjuk mengenai hari baik tersebut.
Dalam Buku Kitab Primbon BetalJemur Adammakna bab yang membahas hari baik untuk memulai pekerjaan membuat rumah atau memindah rumah ada pada halaman 136 (berbahasa jawa) dan halamn 140 ( bahasa Indonesia) . Dengan sub bab Miwiti ngadani gawe omah lan ngelih omah.
Dalam bab tersebut disebutkan hari baik untuk memulai membuat rumah atau memindahkan rumah dilihat dari hari dan pasaran  . Masing-masing kemudian dijumlahkan dan akhirnya dibagi 4  dan hasilnya  akan bersisa berapa ? jika  Guru (sisa 1) , ratu (sisa 2) , Rogoh (sisa 3) dan Sempoyong(sisa 4). Empat Kriteria tersebut sebagai patokan baik atau kurangnya hari untuk memulai pekerjaan.
Kriteria  Guru maka rumah tersebut sebagai tumpuan bertanya , mempunyai wibawa, mudah sandang pangannya , jauh dari bencana dan banyak kemujurannya. Sedangkan jika jatuh pada hitungan Ratu maka rumah tersebut akan ditakuti banyak orang , jauh dari bencana dan banyak rejekinya . Lalu jika jatuh perhitungan Rogoh maka rumah tersebut sering mengalami kecurian . Dan jika jatuh pada hitungan Sempoyong maka penghuni rumah tersebut akan mengalami sakit atau kesusahan.
Untuk perhitungan ini neptu hari adalah sebagai berikut : Ahad = 6 , Senin =4, Selasa = 3, Rebo =6, Kamis =5 , Jum’at = 7 , Sabtu . Sedangkan untuk neptu pasaran atau pekan adalah Kliwon=8 , Legi = 5 , Paing = 9 , Pon = 7 dan Wage = 4 . Perhitungan neptu hari diatas tidak sama dengan yang biasanya , sedangkan neptu pasaran sama dengan umumnya.
Contoh jika anda memulai membuat rumah pada hari dan pasaran  Senin Pahing maka perhitungannya  Senin = 4 dan Pahing = 9 jika dijumlah ketemu 13 . Kemudian di hitungkan dengan 4 kriteria tersebut dengan membagi 4 maka hitungan tersebut sisa 1 . Sehingga perhitungan tersebut jatuh pada Guru.
Jika  anda mulai mengerjakan rumah pada hari Ahad Kliwon maka perhitungannya sebagai berikut Ahad = 6 dan Kliwon = 8 kemudian dijumlahkan menjadi 14 . Hasil 14 tersebut kemudian di bagi 4 bersisa 2 jatuh pada hitungan  Ratu  begitu seterusnya.
Lalu mana yang baik dari hitungan itu  ?  dari 4 kriteria tersebut yang baik adalah jika bersisa 1 atau 2 karena jatuh pada kriteria Guru dan Ratu. Oleh karena itu sebaiknya jika anda ingin memulai membuat rumah maka perhitungannya hari dan neptunya sebisanya jika dibagi 4 akan lebih 1 atau 2 . Untuk hari dan neptunya bisa anda pilih sendiri menurut kesiapan dan juga waktu yang tersedia.
Itulah sekelumit tulisan mengenai hari baik untuk membuat dan memindah rumah , dalam buku Betaljemur Adammakna masih banyak solusi mengenai berbagai hal dalam kehidupan yang didasarkan oleh perhitungan orang jaman dahulu dan masih menjadi rujukan orang saat ini . Utamanya orang jawa masih menjunjung luhur nilai-nilai budaya jawa , sehingga jika melakukan kegiatan apapun pasti akan merujuk pada perhitungan hari baik

Konsep Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa

Konsep Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa
Foto Primbon Rumah
Setiap manusia pasti membutuhkan tempat untuk tinggal dan menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta, itulah mengapa rumah menjadi kebutuhan pokok manusia. Seperti layaknya kebutuhan pokok lainnya, pemenuhan atas kebutuhan rumah sebagai tempat tinggal harus dan mutlak untuk dipenuhi. Rumah atau hunian adalah tempat dimana seseorang tinggal berserta keluarganya, memiliki hubungan sosial masyrakat sekitarnya dan melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mempersiapkan diri untuk aktivitas diluar rumah. Setiap orang tentu punya mimpi tentang rumah idamannya di suatu tempat.

Hal pertama yang paling penting adalah rumah harus dapat mewadahi kegiatan penguninya, dan cukup luas bagi seluruh pemakainya dengan menentukan kebutuan ruang yang baik disediakan bagi setiap orang. Lingkungan rumah sebaiknya terhindar dari  faktor-faktor yang merugikan kesehatan, misalnya kawat listrik bertegangan tinggi, limbah buangan pabrik atau asap yang merugikan kesehatan, polusi udara dari kendaran dan debu jalan yang berlebihan, polusi dari sumber dari sumber pencemaran udara seperti asap pabrik, tempat pembuangaan sampah atau peternakan. Ganguan-ganguan terhadap kesehatan apabila berlangsung secara terus menerus dapat mengakibatkan penyakit yang tidak diinginkan.

Rumah merupakan faktor yang sangat penting untuk kesehatan dimana segala sesuatu tentang rumah akan mempengaruhi kehidupan. Segala aktivitas berawal dari rumah sehingga rancangan rumah harus dimaksimalkan agar sehat. Rumah didesain menjadi rumah sehat yang merupakan faktor penting yang harus diperhatikan setelah tampilan rumah. Rumah sehat adalah dambaan dari setiap orang, untuk memenuhi itu maka desain rumah harus memenuhi kriteria rumah sehat seperti, perencanaan ventilasi, pencahayaan, bahan, lingkungan, ukuran rumah dam lain sebagaimya.

Mendirikan rumah tinggal boleh dimaknai sebagai peristiwa istimewa dan penuh makna. Karena melalui rumah, setiap anggota keluarga mengharapkan beban hidup diletakkan, kesulitan hidup dikomunikasikan, permasalahan hidup di pecahkan, dalam suasana yang nyaman dan menentramkan. Oleh karenanya alangkah bijaksananya jika sebelum mendirikan rumah perlu direncanakan dengan seksama segala sesuatunya termasuk memilih bulan yang baik untuk keperluan tersebut.

Rumah merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditinggalkan oleh setiap keluarga. Proses mendesain dan membangunnya memerlukan banyak pertimbangan, salah satunya adalah tentang tempat dan pengaturan. Banyak orang mempercayai adanya aturan tertentu saat mendesain dan membangun, misalnya dengan menggunakan primbon atau feng shui.

Penentuan arah menghadap rumah, bagi masyarakat Jawa, merupakan hal yang sangat penting dalam membangun suatu rumah tempat tinggal. Seperti halnya bangsa Cina, orang Jawa percaya bahwa arah menghadap rumah memiliki pengaruh atau dapat membawa keberuntungan atau kesialan dalam hidupnya dan juga keluarganya.

Selain masalah arah menghadap rumah, bagi masyarakat Jawa, dikenal pulan bulan-bulan yang baik untuk mendirikan rumah, yaitu bulan Bakdamulud, Ruwah, Dulkaidah, dan Besar.  Selanjutnya Langkah kedua yaitu menghitung jumlah hari dan pasaran dari suami serta istri. Jumlah Neptu dibagi 5, bila selisihnya 3, 2, atau 1 itu sangat baik. Cara ini disebut PANCASUDA.

Menurut pakar ilmu kejawen abdi dalem Karaton Kasunanan Surakarta, Ki KRM TB Djoko MP Hamidjoyo BA bahwa berdasarkan realita supranatural, menyiasati kegagalan manusia dalam usaha perlu diperhatikan. Prediksi menurut primbon perlu diperhatikan meski tidak sepenuhnya diyakini. Menurut Kitab Tafsir Jawi, dina pitu pasaran lima masing-masing hari dan pasaran karakter baik. Jika hari dan pasaran tersebut menyatu, tidak secara otomatis menghasilkan karakter baik. Demikian juga dengan bulan suku, mangsa, tahun dan windu, masing-masing memiliki karakter baik kalau bertepatan dengan hari atau pasaran tertentu.

Golek dina becik (mencari hari yang baik) untuk memulai mendirikan rumah pada hakekatnya adalah mencari perpaduan hari, pasaran, tahun, windu dan mangsa yang menghasilkan penyatuan karakter baik. Misalnya pada hari rebo legi mangsa kasanga tahun jimakir windu adi merupakan penyatuan anasir waktu yang menghasilkan karakter baik.

Setiap karya akan berhasil sesuai dengan kodrat, jika dilakukan dalam kondisi waktu yang netral dari pencemaran, sengkala maupun sukerta. Manusia diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berikhtiar menanggulangi atau menghindari sukerta dan sengkala. Infomistik membuka rubrik konsultasi properti yang diasuh oleh Konsultan Spiritual Properti, Ir. Tatok hariyanto dan Ir. Sugiato. Wallahu A’lam Bis Shawab (AA)


primbon jawa mendirikan / membangun / bangun rumah

PRIMBON MENDIRIKAN RUMAH


Setelah diputuskan kearah mana rumah mesti menghadap, langkah
selanjutnya adalah menghitung hari untuk mengawali pembangunan rumah.
Hal ini dilakukan agar proses pembangunan rumah untuk tempat tinggal
lancar tak ada aral melintang.

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut: neptu dari calon pemilik
rumah misalkan Sabtu Paing dijumlah dengan neptu dari hari yang
diinginkan untuk mengawali pembangunan rumah misalkan Sabtu Legi.
Khusus untuk perhitungan ini rumusnya adalah : Senin = 4, Selasa = 3,
Rabu = 6, Kamis = 5, Jumat = 7, Sabtu = 8 dan Minggu = 6. Sedangkan
untuk pasaran nilai angkanya seperti pada umumnya yaitu: Kliwon = 8,
Legi = 5, Paing = 9, Pon = 7, dan Wage = 4.

Berdasarkan rumus tersebut maka jumlah neptunya adalah: Sabtu Paing =
8 + 9 = 17, ditambah Sabtu Legi = 8 + 5 = 13, jumlahnya adalah 30.

Hasil penjumlahan dihitung dengan empat kata secara berurutan, yaitu
(1) Guru, (2) Ratu, (3) Rogoh, (4) Sempoyong.

Guru = menggambarkan seseorang yang dapat di jadikan sumber
pertanyaan, dihormati, sandang pangan lancar, dan mendapat
keberuntungan. Artinya BAIK
Ratu = menggambarkan seseorang yang dihormati dan disegani,
berkelimpahan harta benda dan jauh dari mara bahaya. Artinya BAIK
Rogoh = sering kehilangan. Artinya TIDAK BAIK
Sempoyong = sering mengalami kesedihan dan sakit-sakitan. Artinya TIDAK BAIK

Cara menghitungnya adalah demikian: 1. Guru, 2. Ratu, 3. Rogoh, 4.
Sempoyong, 5. Guru, 6. Ratu, 7. Rogoh, 8. Sempoyong, 9. Guru, 10.
Ratu, 11. Rogoh, 12. Sempoyong, 13. Guru, 14. Ratu, 15. Rogoh, 16.
Sempoyong, 17. Guru, 18. Ratu, 19. Rogoh, 20. Sempoyong, 21. Guru, 22.
Ratu, 23. Rogoh, 24. Sempoyong, 25. Guru, 26. Ratu, 27. Rogoh, 28.
Sempoyong, 29. Guru, 30 Ratu. Hitungan jatuh pada kata Ratu artinya
baik. Orang yang mau menempati rumah tersebut jika hidupnya
nomar-normal saja tidak neka-neka, akan dihormati dan disegani,
berkelimpahan harta benda dan jauh dari mara bahaya.

sumber: kitab bataljemur adammakna

MENDIRIKAN / MENEMPATI RUMAH menurut SYARIAT ISLAM & PRIMBON. harus bagaimana mendirikan rumah ?

Rambu-rambu mendirikan / menempati rumah :
terbagi menjadi 4 macam yaitu :

1. (satu)
Mereka yang kelahirannya berjumlah ganjil misalnya 1-5-9-13-17-21-25-29 arahnya di timur. Maka jika mendirikan / membangun rumah jangan sampai menghadap ke arah timur. Sebab ada indikasi jika berusaha (mencari sandang pangan) kurang lancar. 
 mengapa ?
 Karena 1-5-9-13-17-21-25-29 berasal dari timur. Jadi kalau menghadap ke timur mau mengharap rejeki dari mana ? jadi harus diusahakan menghadap ke barat, utara atau selatan.

contoh :
Jika anda menghadap tuan rumah berada di barat sedang anda berada di timur, apakah anda akan menghadap ke timur  ? Tidak baik bukan, itu namanya nyingkur (berpaling) jadi anda mesti menghadap ke arah berlawanan.

Jika diterapkan dalam hal perjodohan, umpama mempunyai jodohyang jumlah kelahirannya 4-8-12-16-20-24-28 maka boleh menghadap ke timur. Tetapi yang mendapat limpahan rejeki adalah sang istri. Jika ini terjadi maka laki-laki sementara harus mengalah kepada seorang wanita. Demikian juga sebaliknya bagi wanita yang nekad menerjang arah maka sebaiknya mengalah saja terhadap laki-laki.

2. (dua)
Kelahiran 2-6-10-14-18-22-26-30 arahnya di selatan, maka jika membangun / mendirikan rumah harusnya ke utara, barat atau timur.

3. (tiga)
Kelahiran 3-7-11-15-19-23-27-31 arahnya di barat, maka jika membangun / mendirikan rumah harusnya ke timur, selatan atau utara.

4. (empat)
Kelahiran 4-8-12-16-20-24-28 arahnya dari utara, maka jika membangun / mendirikan rumah harusnya ke selatan, timur atau barat

Nah bagaimana dengan pandangan islam mengenai uraian diatas ?

Dalam membangun rumah yang baik, sering orang menggunakan Feng Shui, primbon yang berasal dari budaya Cina / Jawa. Padahal tidak semuanya selaras dengan ajaran Islam. Jika keliru, mungkin bisa terjerumus dalam kemusyrikan karena mempercayai adanya kekuatan selain Allah yang bisa menyelamatkannya. Dalam membangun rumah yang Islami, dalam Islam ada beberapa petunjuk. Di antaranya:

1. Tetangga yang Baik
Pilihlah rumah di antara tetangga yang baik (kecuali jika anda adalah da’i yang ingin melakukan perbaikan). Sebab jika tetangga anda tidak baik, maka hidup anda akan merasa kurang nyaman. Bayangkan jika tetangga anda adalah preman, pezina, atau pemabuk.
Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian). (HR. Al Khatib)
Nabi Saw berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman. Sesungguhnya tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah. ” (HR. Ibnu ‘Asakir)
Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri (rumahnya). (HR. Ath-Thahawi) .
Usahakan agar tetangga anda cukup makannya:
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. (HR. Al Bazzaar)

2. Hendaknya rumah cukup luas (tidak terlampau luas, tapi juga tidak terlampau sempit).
Di antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
Rumah yang terlampau luas, misalnya 400 m2 lebih, cenderung menghasilkan ”Rumah Gedong” di mana tetangga satu tidak kenal dengan tetangga lainnya. Para penghuni masing-masing asyik di
dalam ”Istana” mereka.
Sebaliknya rumah yang terlalu sempit, misalnya kurang dari 50 m2 cenderung membuat penghuninya tidak betah di rumah sehingga akhirnya banyak menghabiskan waktunya mengobrol/gosip dengan
para tetangganya.
Luas rumah yang ideal (pertengahan) adalah sekitar 100-200 m2.

3. Jangan Membangun Rumah Megah
Dalam membangun rumah, janganlah terlalu mewah sehingga jadi bermegah-megahan. Ini tidak disukai Allah dan merupakan satu sifat dari orang-orang yang buruk di akhir zaman.
”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur:1]
Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: ”Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung” [HR Muslim]
Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)
Jangan membangun rumah yang terlampau tinggi (misalnya sampai 4 tingkat) sehingga akhirnya tetangga tidakmendapat sinar matahari atau angin.
Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” [HR Muslim]

4. Buatlah Rumah yang Baik
“…menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” [Al A’raaf:157]
Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan. ” [Al Maa-idah:100]
Rumah yang baik adalah rumah yang sehat. Yaitu jendelanya cukup sehingga sinar matahari bisa masuk dan tidak lembab. Ini juga bisa menghemat listrik karena siang hari tak perlu menyalakan lampu. Selain itu ventilasinya juga harus baik sehingga udara segar bisa masuk ke dalam rumah. Jarak antara lantai dan atap sebaiknya agak tinggi (minimal 2,5 meter) sehingga tidak terlalu panas.

5. Rumah juga harus kuat dan aman.
Misalnya dengan menggunakan beton bertulang, rumah jadi lebih aman jika misalnya terjadi gempa. Jika menggunakan kayu, pilih kayu yang kuat serta beri anti rayap sehingga tidak mudah kropos. Harus diperhatikan apakah rumah tersebut rawan dari kebakaran atau tidak.
Sebaiknya rumah minimal terdiri dari 3 kamar. Satu untuk suami-istri, satu untuk anak laki-laki, dan satu lagi untuk anak perempuan. Banyak kasus incest terjadi karena kamarnya hanya satu sehingga pria-wanita bercampur.
Hendaknya aurat dari lawan jenis (kecuali suami-istri) terpelihara dengan pembagian kamar yang baik.
”Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu” [An Nuur:58]

6. Buatlah Rumah yang Indah
Allah senang keindahan. Manusia pun banyak yang suka akan keindahan. Oleh karena itu buatlah rumah yang indah. Tapi ingat, keindahan tidak sama dengan kemewahan atau kemegahan
Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya. (HR. Al-Baihaqi)

7. Rumah Harus Bermanfaat atau Fungsional
Selain indah setiap bagian rumah juga harus bermanfaat/fungsion al. Jadi tidak hanya sekedar estetis tapi tidak bermanfaat.
Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: “Rosululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorangialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)

8. WC Jangan Mengarah/Membelakangi Kiblat
Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra.: Bahwa Nabi saw. bersabda: Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar, tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat. (Shahih Muslim No.388)
Usahakan agar rumah anda mengarah ke kiblat. Jika tidak, sebaiknya tempat shalat anda tidak mengarah ke WC.
Usahakan di rumah ada shower atau kran air, sehingga anda bisa mandi/wudlu dengan lebih sempurna dengan air yangmengalir.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.” Dikeluarkan oleh Muslim.
Sebaiknya tempat wudlu dipisah dari WC sehingga anda leluasa membaca doa sebelum atau sesudah wudlu.

9. Rumah Harus Bersih
Rumah yang kotor tidak sehat. Karena akan mengundang berbagai penyakit. Oleh karena itu rumah harus bersih dan mudahdibersihkan.
Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi. (HR. Tirmidzi)
Penjelasan:
Orang-orang Yahudi suka menumpuk sampah di halaman rumah.

10. Jangan Menaruh Patung di dalam Rumah
Umar berkata, “Kami tidak memasuki gereja-gerejamu karena patung-patung dan gambarnya itu.” [HR Bukhari]
Ibnu Abbas shalat di dalam biara (tempat ibadah agama lain) kecuali biara yang ada patung di dalamnya. [HRBukhari]

11. Jangan Memelihara Anjing
Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa memiliki anjing selain anjing penjaga ternak dan anjing pemburu maka setiap hari pahala amalnya berkurang dua qirath. (Shahih Muslim No.2940)

12. Peliharalah Anak Yatim
Jika anda berkelebihan, asuhlah anak yatim dan perlakukanlah dengan baik.
Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu Majah)

13. Tanamlah Pohon agar Teduh dan Sejuk
Tanamlah pohon di rumah anda sehingga rumah anda teduh dan mendapat udara segar dari oksigen yang dikeluarkan pohon tersebut. Kenyamanan naungan pohon ini digambarkan Allah sebagai berikut:
“Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.” [Al Insaan:14]
Jika rumah anda luas mungkin anda bisa menanam pohon besar yang kuat seperti pohon asem. Jika sedang, bisa menanam pohon ukuran sedang seperti rambutan atau mangga. Hindari pohon besar yang rapuh dan berbahaya seperti pohon angsana. Banyak korban jiwa karena tertimpa pohon tersebut ketika terjadi badai/angin kencang.

Dari rincian diatas menurut saya apapun itu yang penting tidak menjadikan kita melupakan iman islam, mau itu primbon atau sejenisnya kita hanya untuk tau saja jangan menjadi patokan, karena sekedar menghormati pendapat leluhur kita jawa/cina/ yang lainnya.

Semoga bermanfaat ya....terimakasih.

sumber :
berbagai sumber