Showing posts with label Kekurangan. Show all posts
Showing posts with label Kekurangan. Show all posts

Pengertian Beton dan Sejarah Beton



Pengertian Beton dan Sejarah Beton

Beton adalah suatu material yang secara harfiah merupakan bentuk dasar dari kehidupan sosial modern. Beton sendiri adalah merupakan campuran yang homogen antara semen, air dan aggregat. Karakteristik beton adalah mempunyai tegangan hancur tekan yang tinggi serta tegangan hancur tarik yang rendah.

Menurut Nawy (1985:8) beton dihasilkan dari sekumpulan interaksi mekanis dan kimia sejumlah material pembentuknya. DPU-LPMB memberikan definisi tentang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air,dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk massa padat (SK.SNI T-15-1990-03:1).

Pada tahun 1801, F. Coignet menerbitkan tulisannya tentang prinsip-prinsip konstruksi dengan meninjau kelemahan bahan beton terhadap tariknya. Kemudian pada tahun 1850, J.L.Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk di pamerkan pada pameran dunia tahun 1855. Lalu J. Monir, seorang ahli taman dari Prancis, mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi
tariknya pada tempat tamannya. Pada tahun 1886,seorang warga negara Jerman yang bernama Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori dan perancangan struktur beton.



Sejarah penemuan teknologi beton  dimulai dari :
  • Aspdin (1824) Penemu Portland Cement;
  • J.L Lambot (1850 ) memperkenal konsep dasar konstruksi komposit (gabungan dua bahan konstruksi yang berbeda yang bekerja bersama – sama memikul beban);
  • F. Coignet (1861) melakukan uji coba penggunaan pembesian pada konstruksi atap, pipa dan kubah;
  • Gustav Wayss & Koenen ( 1887) serta Hennebique memperkenalkan sengkang sebagai penahan gaya geser dan penggunaan balok “ T ” untuk mengurangi beban akibat  berat sendiri;
  • Neuman  melakukan analisis letak garis netral;
  • Considere menemukan manfaat kait pada ujung tulangan; dan
  • E. Freyssinet memperkenalkan dasar – dasar beton pratekan.
Contoh Pemakaian Konstruksi Beton pada Jamannya:
  • Bangunan kubah Pantheon didirikan th 27 SM;
  • Pemakaian Pot bunga dari beton yang menggunakan kawat anyaman (produk dipatenkan oleh Joseph Monier tahun 1867);
  • Pembuatan kapal beton yang dilengkapi penulangan (tahun 1855);
  • Jembatan Lamnyong-Darussalam; dan
  • Menara Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Sejarah Analisis dasar perhitungan di Indonesia:
  • PBI 1955 – PBI 1971  yang lebih dikenal dengan perhitungan lentur cara – n; dan
  • SK SNI 1991 ( T-15-1991-03) tentang Standar  Tata Cara Perhitungan Struktur Beton.

Sifat dan karakteristik beton:
  • Karakteristik beton adalah mempunyai tegangan hancur tekan yang tinggi serta tegangan hancur tarik yang rendah;
  • Beton tidak dapat dipergunakan pada elemen konstruksi yang memikul momen lengkung atau tarikan;
  • Beton sangat lemah dalam menerima gaya tarik, sehingga akan terjadi retak yang makin – lama makin besar;
  • Proses kimia pengikatan semen dengan air menghasilkan panas dan dikenal dengan proses hidrasi;
  • Air berfungsi juga sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan antar butiran sehingga   beton dapat dipadatkan dengan  mudah;
  • Kelebihan air dari jumlah yang dibutuhkan akan menyebabkan butiran semen berjarak semakin jauh sehingga kekuatan beton akan berkurang;
  • Dengan perkiraan komposisi (mix desain) dibuat rekayasa untuk memeriksa dan mengetahui perbandingan campuran agar dihasilkan kekuatan beton yang tinggi;
  • Selama proses pengerasan campuran beton, kelembaban beton harus dipertahankan untuk mendapatkan hasil yang direncanakan;
  • Setelah 28 hari,  beton akan mencapai kekuatan penuh dan elemen konstruksi akan mampu memikul beban luar yang bekerja padanya;
  • Untuk menjaga keretakan yang lebih lanjut pada suatu penampang balok, maka dipasang tulangan baja pada daerah yang tertarik;
  • Pada beton bertulang memanfaatkan sifat beton yang kuat dalam menerima gaya tekan serta tulangan baja yang kuat menerima gaya tarik;
  • Dari segi biaya, beton menawarkan kemampuan tinggi dan harga yang relative rendah;
  • Beton hampir tidak memerlukan perawatan dan masa konstruksinya mencapai 50 tahun serta elemen konstruksinya yang mempunyai kekakuan tinggi serta aman terhadap bahaya kebakaran;
  • Salah satu kekurangan yang besar adalah berat sendiri konstruksi; dan
  • Kelemahan lainnya adalah perubahan volume sebagai fungsi waktu berupa susut dan rangkak.
Beton dibedakan dalam 2 kelompok besar yaitu:
  • Beton keras
Sifat-sifat beton keras yang penting adalah kakuatan karakteristik, kekuatan tekan, tegangan dan regangan, susut dan rangkak, reaksi terhadap temperatur, keawetan dan kekedapan terhadap air . Dari semua sifat tersebut yang terpenting adalah kekuatan tekan beton karena merupakan gambaran dari mutu beton yang ada kaitannya dengan strukturt beton. Berbagai test uji kekuatan dilakukan pada beton keras ini antara lain:
  1. Uji kekuatan tekan (compression test);
  2. Uji kekuatan tarik belah (spillting tensile test);
  3. Uji kekuatan lentur;
  4. Uji lekatan antara beton dan tulangan; dan
  5. Uji Modulus Elastisitas dan lain sebagainya.
  • Beton segar
Ada 2 hal yang harus dipenuhi ketika membuat beton:
  1. Sifat-sifat yang harus dipenuhi dalam jangka waktu lama oleh beton yang mengeras, seperti kekuatan, keawetan, dan kestabilan volume; dan
  2. Sifat-sifat yang harus dipenuhi dalam jangka waktu pendek ketika beton dalam kondisi plastis (workability) atau kemudahan pengerjaan tanpa adanya bleeding dan segregation.
Walaupun begitu adalah penting untuk mendapatkan beberapa dari sifat workabilitas karena penting untuk control kualitas. Pengukuran workabilitas yang telah dikembangkan antara lain:
  1. Slump test;
  2. Compaction test;
  3. Flow test;
  4. Remoulding test;
  5. Penetration test; dan
  6. Mixer test.
Parameter-parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah:
  • Kualitas semen;
  • Proporsi semen dalam campuran beton;
  • Kekuatan dan kebersihan agregat;
  • Ikatan/adhesi antar pasta semen dan agregat;
  • Pencampuran yang cukup dari bahan-bahan pembentuk beton; dan
  • Pemadatan beton dan perawatan. 
Seperti disebutkan oleh L.J. Murdock dan K.M. Brock bahwa “kecakapan tenaga kerja adalah salah satu faktor penting dalam produksi suatu bangunan. 3 kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton:
  • Memenuhi kriteria konstruksi yaitu mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomi;
  • Kekuatan tekan tinggi; dan
  • Durabilitas atau keawetan tinggi.   
Agregat yang dipakai  untuk campuran beton :
  • Agregat halus ( pasir ) dengan diameter maksimal 1 cm; dan
  • Agregat kasar ( split ) dengan diameter 2 cm atau lebih.

Kelebihan beton:
  • Dapat dibentuk sesuai keinginan;
  • Mampu memikul beban tekan yang berat;
  • Tahan terhadap temperatur tinggi; dan
  • Biaya pemeliharaan rendah/ kecil.
Kekurangan beton:
  • Bentuk yang sudah dibuat sulit diubah;
  • Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi;
  • Berat;
  • Daya pantul suara besar;
  • Membutuhkan cetakan sebagai alat pembentuk;
  • Tidak memiliki kekuatan tarik;
  • Setelah dicampur beton segera mengeras; dan
  • Beton yang mengeras sebelum pengecoran, tidak bisa didaur ulang.
Menurut SNI-15-1990-03, untuk penggunaan beton dengan kekuatan tidak lebih dari 10 MPa boleh menggunakan campuran 1 pc:2 psr:3 batu pecah/split dengan slump untuk pengukuran pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm.

Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 MPa boleh menggunakan penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan tekan lebih dari 20 MPa harus menggunakan campuran berat.    

Salah satu yang kita kenal adalah Beton Ringan (lightweight concrete) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hebel. Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan daripada beton pada umumnya. Beton ringan bisa disebut sebagai beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) atau sering disebut juga (Autoclaved Aerated Concrete/ AAC) yang mempunyai bahan baku utama terdiri dari pasir silika, kapur, semen, air, ditambah dengan suatu bahan pengembang yang kemudian dirawat dengan tekanan uap air.

Pada umumnya berat beton ringan berkisar antara 600 – 1600 kg/m3. Teknologi material bahan bangunan berkembang terus, salah satunya beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) atau sering disebut juga (Autoclaved Aerated Concrete/ AAC). Sebutan lainnya Autoclaved Concrete, Cellular Concrete (semen dengan cairan kimia penghasil gelembung udara ), Porous Concrete, dan di Inggris disebut Aircrete and Thermalite. 

Beton ringan AAC ini pertama kali dikembangkan di Swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan. Beton ringan AAC ini kemudian dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel di Jerman Barat di tahun 1943. Pada tahun 1967 bekerja sama dengan Asahi Chemicals dibangun pabrik Hebel pertama di Jepang.

Sampai saat ini Hebel telah berada di 29 negara dan merupakan produsen beton aerasi terbesar di dunia. Di Indonesia sendiri beton ringan mulai dikenal sejak tahun 1995, saat didirikannya PT Hebel Indonesia di Karawang Timur, Jawa Barat. Ada beberapa kelebihan dari Beton ringan atau Autoclaved Aerated Concrete (AAC), yaitu:
  • Balok AAC mudah dibentuk;
  • Karena ukurannya yang akurat tetapi mudah dibentuk, sehingga dapat meminimalkan sisa-sisa bahan bangunan yang tak terpakai;
  • AAC dapat mempermudah proses konstruksi;
  • Bobotnya yang ringan mengurangi biaya transportasi;
  • Karena ringan, tukang bangunan tidak cepat lelah;
  • Mengurangi biaya penguat atau pondasi;
  • Waktu pembangunan lebih pendek;
  • Kedap suara;
  • Anti jamur;
  • Anti serangga;
  • Nyaman.
Selain kelebihan, Beton AAC juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
  • Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran yang tanggung, akan memakan waste yang cukup besar;
  • Perekat yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan produsennya, umumnya adalah semen instan;
  • Nilai kuat tekannya (compressive strength) terbatas, sehingga sangat tidak dianjurkan penggunaan untuk perkuatan (struktural); dan
  • Harganya cenderung lebih mahal dari bata konvesional.
Ada tiga macam cara membuat beton aerasi, yaitu:
  • Yang paling sederhana yaitu dengan memberikan agregat/campuran isian beton ringan;
  • Menghilangkan agregat halus (agregat halusnya disaring, contohnya debu/abu terbangnya dibersihkan); dan
  • Meniupkan atau mengisi udara di dalam beton.

Dengan berbagai kelebihan dari beton ringan yang telah disebutkan di atas, saat ini beton ringan banyak diaplikasi dalam pelbagai proyek dalam bentuk:
  • Blok (bata);
  • Panel; dan
  • Ready mix.
  •  
dari berbagai sumber 

Kelebihan dan Kekurangan Pintu Berdasarkan Bahan Bakunya

Kelebihan dan Kekurangan Pintu  dan Kusen
Pintu Aluminium
Pintu jenis ini biasanya dilapisi dengan warna kesukaan anda. Bisa cocok dikebanyakan desain interior kontemporer. Pintu aluminium secara umum dibuat dari bahan kaca yang dibingkai aluminium.
Kelebihan : tidak memerlukan perbaikan atau perawatan cat ulang.
Kekurangan : tidak bisa dilapisi lagi, dipastikan warnanya bila anda membeli.
Pintu Kayu
Kebanyakan pintu kayu dibuat bukan dari bahan kayu solid alias padat. Beberapa pintu dibuat dengan kepadatan medium fibreboard inti. Ada juga yang dibuat dari bahan polyboard. Pilihan paling ringan adalah pintu yang menggunakan bahan inti honeycomb yang terbuat dari karton.
Kelebihan : sangat cocok untuk rumah yang bergaya klasik, abadi rapi dan elegan, lebih murah gaya, dan kayu stained menciptakan suasana ruangan yang hangat.
Kekurangan : hati-hati memilih pintu berbahan inti honeycomb yang kualitasnya buruk bisa mengurangi kekuatan dan kurang kedap suara, butuh pemeliharaan rutin seperti sering dicat dan divernis.
Pintu Louvre
Pintu jenis ini mempunyai irisan-irisan horizontal yang dapat dibuka untuk aliran udara apabila menginginkan privasi dan keamanan.
Kelebihan : tetap ada aliran udara bahkan bila pintu ditutup.
Kekurangan : lebih sulit dibersihkan dan harus memastikan pekerjaan mekaniknya halus dan dapat menghalangi pemandangan.
Pintu Flush
Ini adalah pintu paling sederhana dari pintu-pintu yang ada. Ini karena permukaan pintu rata seluruhnya. Pintu flush biasanya digunakan untuk bagian dalam rumah dan dibuat dari fiberglass atau kayu.
Kelebihan : harga lebih murah dan sesuai dengan berbagai keuangan.
Kerugian : permukaan dapat tidak tembus cahaya.dan tanpa dekor, tidak cocok untuk pintu utama.
Pintu Rel
Gaya pintu yang lebih tua ini dibuat dari serpihan kayu atau kompresan kayu. Sebutannya tergantung pada komponen-komponennya. Untuk komponen vertikal disebut stiles dan komponen horizontal disebut rel.
Kelebihan : konstruksi padat dapat menghalang suara dan menahan suhu dalam ruangan serta paling cocok untuk desain federasi atau rumah yang country.
Kekurangan : kurang cocok untuk interior desain contenporer serta permukaan padat tidak tembus cahaya.
Pintu Swing/Pintu kupu-kupu
Pintu Swing atau lebih sering disebut pintu kupu-kupu adalah jenis paling umum, pintu dapat berputar satu putaran sudut, dan kadang-kadang digunakan sepasang seperti pintu-pintu ditempat minum kecil yang anda dapat temukan didapur.
Kelebihan : engsel lebih mudah dipasang dibanding dengan rel dan lebih mudah untuk dirawat, tidak perlu rel untuk bantalan pintu.
Kekurangan : butuh rungan mengayunkan pintu untuk membuka pintu, mungkin sukar untuk mendapatkan dengan posisi tempat pintu.
Pintu Geser
Pintu ini biasanya digunakan untuk menuju taman belakang. Kaca yang besar ventilasi bagus bila dibuka. Dorong yang padat dapat digunakan didalam rumah apabila ruang terbatas dan tidak cukup untuk pintu satu sayap. Sangat bermanfaat didalam kamar mandi. Pintu geser sering disebut pintu kantung karena digeser kedalam kantung dibalik dinding ketika pintu dalam posisi dibuka.
Kelebihan : memerlukan ruangan yang lebih sedikit dibanding dengan pintu satu sayap biasa dan pintu dorong dapat disembunyikan, memberikan satu kesan yang bersih dan rapi.
Kekurangan : harus mempunyai struktur bantalan beban kuat diatas untuk menggantung, dapat dilepas dari rel pengaman dan rel pintu susah untuk dipasang.

kelebihan pintu kayu, kelebihan pintu aluminium, kelemahan pintu geser, kelebihan pintu sliding, kelemahan pintu aluminium, keuntungan dan kerugian pintu kayu, pintu kayu sliding garasi


...............................................................................................................................................................
model kusen pintu dan jendela, model pintu dan kusen, bentuk jendela kamar, gambar model kusen pintu dan jendela, model pintu dari kayu jati, pintu gebyok minimalis, kumpulan pintu minimalis, foto 
Pintu Minimalis 4
Pintu Minimalis 3
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 17
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 15
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Kayu Minimalis 5
Pintu Minimalis 6
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 10
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 6
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 8
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 4
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 1
Pintu Minimalis 10
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 7
Pintu Minimalis 8
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Kayu Minimalis 10
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 13
Pintu Minimalis 1
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Kayu Minimalis 4
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Kayu Minimalis 7
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 11
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 2
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 14
Pintu Minimalis 2
Pintu Minimalis 9
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 16
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Kayu Minimalis 6
Jendela Minimalis Kisi-kisi
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Kayu Minimalis 3
Pintu Minimalis 7
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Kayu Minimalis 8
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Kayu Minimalis 1
Pintu Minimalis 11
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 3
Pintu Minimalis 13
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 5
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Kayu Minimalis 2
Pintu Minimalis 12
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Kayu Minimalis 11
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 12
Pintu Minimalis 5
Gambar Model/Desain Kusen Pintu Jendela Minimalis 9
 model kusen pintu dan jendela, model pintu dan kusen, bentuk jendela kamar, gambar model kusen pintu dan jendela, model pintu dari kayu jati, pintu gebyok minimalis, kumpulan pintu minimalis, foto

Batu Bata Merah VS Batako VS Bata Ringan (Hebel) VS S-Panel / Panel EPS (Expanded PolyStyrene)


 


Batu Bata Merah VS Batako VS Bata Ringan (Hebel) VS S-Panel / Panel EPS (Expanded PolyStyrene),

Memilih Antara Bata Merah / Batako / Bata Ringan (Hebel) atau S-Panel / Panel EPS (Expanded PolyStyrene) Untuk Dinding Rumah Anda

SILAHKAN PILIH ESTIMASI HARGA DAN WAKTU YANG DIBUTUHKAN

Saat ini seiring berkembangnya teknologi terutama dalam bidang rekayasa teknik sipil dan bangunan, penemuan akan bahan-bahan bangunan yang baru terus bermunculan. Dalam satu dekade terakhir kita sudah umum melihat struktur kuda-kuda bangunan dari baja ringan, konstruksi rumah atau bangunan dengan sistem pre-fabrikasi, penutup atap atau penutup dinding luar dari spandeck, termasuk bahan pengisi dinding dari bata ringan atau batako press. Khusus untuk bahan yang digunakan untuk pengisi dinding rumah atau bangunan, saat ini terdapat berbagai macam pilihan material dinding rumah. Dari bata merah, batako press hingga bata beton ringan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Selain perbedaan pada kualitas dan ukuran, juga antara batako, bata merah dan bata beton ringan berbeda dalam hal kenyamanan ditempati serta biaya pembangunan.
Untuk Anda yang saat ini akan membangun atau merenovasi rumah, memilih material yang akan digunakan untuk diaplikasikan dirumah baru Anda nantinya adalah kegiatan yang gampang-gampang susah. Anda dan keluarga sebaiknya meluangkan waktu untuk mencari tau jenis material seperti apa yang akan digunakan, efisiensi anggaran adalah pertimbangan utama kenapa Anda harus pandai memilih material bahan bangunan tersebut. Pada artikel kali ini, kami akan mencoba memaparkan mengenai bahan pengisi dinding untuk rumah Anda.
Sebelum Anda membangun sebuah rumah, ada baiknya jika Anda mengetahui masing-masing kelebihan dan kekurangan dari bata merah, batako atau bata press, dan bata ringan. Setiap bahan punya karakteristiknya masing-masing. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi proses pelaksanaan pekerjaan dilapangan dan tentunya biaya yang harus Anda leluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan Anda. Berikut adalah spesifikasi, keuntungan dan kelemahan/kekurangan dari penggunaan setiap bahan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Anda sebelum membangun rumah.
BATU BATA MERAH
Penggunaan bata merah sebagai bahan pengisi dinding bangunan sudah umum kita lihat diberbagai bangunan dari dulu hingga kini. Bahan material ini, hingga sekarang sepertinya masih menjadi pilihan utama masyarakat kendati sudah banyak penemuan dalam bidang teknologi bahan seperti bata ringan, batako press, dsb. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan atau batako press, karena selain sudah teruji kekuatannya, mendapatkan jenis material ini pun tidak susah.
Bata merah yang dimaksud adalah bata yang dibuat dari tanah yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan berwarna kemerah-merahan. Tanah yang digunakan pun bukanlah sembarang tanah, tapi tanah yang agak liat sehingga bisa menyatu saat proses pencetakan. Karena itulah, rumah yang dindingnya dibangun dari material bata merah akan terasa lebih nyaman dan adem. Selain lebih kuat dan kokoh serta tahan lama, sehingga jarang sekali terjadi keretakan dinding yang dibangun dari material bata merah.
Gambar Dinding Bangunan Dari Pasangan Bata Merah
Material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri bagi bangunan Anda dari bahaya api. Tidak semua tanah liat bisa digunakan, hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu. Bata merah umumnya memiliki ukuran panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm, tebal 3-5 cm. Ukurannya yang kecil memberikan kemudahan dalam hal pengangkutan,sangat bisa digunakan untuk membentuk bidang kecil,murah harganya,mudah pula mendapatkannya. Untuk dinding seluas 1 m2, bila mengguanakan bata berukuran 23 cm x 17 cm x 5 cm, kira-kira membutuhkan 70 buah bata merah.
Bahan baku yang dibutuhkan untuk memasang dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Saat pemasangan tidak memerlukan perekat khusus, untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Sedangkan untuk dinding yang tidak harus kedap air dapat menggunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.
Spesifikasi Bata Merah:
• Berat jenis kering (?) : 1500 kg/m3
• Berat jenis normal (?) : 2000 kg/m3
• Kuat tekan : 2,5 – 25 N/mm² (SII-0021,1978)
• Konduktifitas termis : 0,380 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 2 jam
• Jumlah (kebutuhan) bata merah per 1 m2 : 30 – 35 buah tanpa construction waste
Kelebihan Bata Merah:
- Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
- Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
- Mudah untuk membentuk bidang kecil
- Murah harganya
- Mudah mendapatkannya
- Perekatnya tidak perlu yang khusus.
- Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.
Kekurangan Bata Merah:
- Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi
- Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil.
- Cenderung lebih boros dalam penggunaan material perekatnya.
- Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat waste-nya dapat lebih banyak.
- Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
- Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya.
- Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.
- Bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan.
BATAKO SEMEN PC/ BATAKO PRESS
Material dinding dari batako ini umumnya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Selain itu ada juga yang membuatnya dari campuran batu tras, kapur dan air. Bahkan kini juga beredar batako dari campuran semen, pasir dan batubara. Dengan bahan pembuatan seperti yang telah disebutkan, batako memiliki kelemahan yaitu kekuatannya lebih rendah dari bata merah, sehingga cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian kosong-nya tidak diisi dengan adukan spesi. Pemakaian material batako untuk dinding juga membuat bangunan lebih hangat bahkan cenderung pengap dan panas, tidak seperti bata merah yang terbuat dari material tanah. Batako atau Bata press dalam 1 m2 biasanya cenderung lebih ringan daripada bata merah. Teksturnya pun terlihat lebih halus, dan ukurannya lebih presisi jika dibandingkan bata merah.
Gambar Tumpukan Batako/Bata Press
Ukuran batako press pada umumnya adalah panjang 36-40 cm, tebal 8-10 cm, dan tinggi 18-20 cm. Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 15 buah batako press. Biasanya batako press dipilih untuk memperingan beban struktur sebuah bangunan, mempercepat pelaksanaan, dan meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding.
Bahan baku yang digunakan untuk pemasangan batako pres adalah mortar yang komposisinya adalah semen (PC) dan pasir ayak.
Spesifikasi Batako Press:
• Berat jenis kering (?) : 950 kg/m3
• Berat jenis normal (?) : 1000 kg/m3
• Kuat tekan : 5,5 N/mm²
• Konduktifitas termis : 0,339 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
• Jumlah (kebutuhan) batako press per 1 m2 : 20 – 25 buah tanpa construction waste
Kelebihan Dinding Batako Press:
- Tiap m2 pasangan tembok, membutuhkan lebih sedikit batako jika dibandingkan dengan menggunakan batu bata, berarti secara kuantitatif terdapat suatu pengurangan.
- Pembuatan mudah dan ukuran dapat dibuat sama.
- Ukurannya besar, sehingga waktu dan ongkos pemasangan juga lebih hemat.
- Khusus jenis yang berlubang, dapat berfungsi sebagai isolasi udara.
- Apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester.
- Lebih mudah dipotong untuk sambungan tertentu yang membutuhkan potongan.
- Sebelum pemakaian tidak perlu direndam air.
- Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
- Pemasangan lebih cepat.
- Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.
Kekurangan Dinding Batako Press:
- Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
- Mudah dilubangi dan mudah pecah karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya.
- Kurang baik untuk insulasi panas dan suara.
BATA RINGAN (HEBEL/CELCON)
Bata ringan atau sering disebut hebel atau celcon dibuat dengan menggunakan mesin pabrik. Bata ini cukup ringan, halus dan memilki tingkat kerataan yang baik. Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. Kemudian pertanyaan yang beredar dimasyarakat tentunya adalah apakah bata ringan sudah bisa menggantikan bata merah baik tinjauan dari harga, kekuatan, kemudahan mendapatkannya, motode pemasangan dan lain-lain. Agar lebih dalam, mari kita bedah satu-satu agar kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing.
Gambar Dinding Bangunan Dari Pasangan Bata Ringan (Hebel/Celcon)
Ukuran pada umumnya adalah: panjang 60 cm, tinggi 20 cm dengan ketebalan antara 8 cm -10 cm. Campuran atau komposisi bahannya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Untuk pemasangan pada dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 8 buah bata ringan.
Pemasangan bata ringan ini cukup mudah, bisa langsung diberi acian tanpa harus diplester terlebih dahulu dengan menggunakan semen khusus. Semen khusus hanya perlu diberi campuran air. Namun pemasangan bata ringan juga dapat menggunakan pasir dan semen seperti pemasangan pada batako, bata press dan bata merah.
Spesifikasi Bata Ringan:
• Berat jenis kering : 520 kg/m3
• Berat jenis normal : 650 kg/m3
• Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
• Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
• Tebal spesi : 3 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
•  Jumlah (kebutuhan) bata ringan per 1 m2 : 8 – 9 buah tanpa construction waste.
Kelebihan Bata Ringan:
- Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
- Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
- Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
- Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
- Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
- Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
- Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
- Mempunyai kekedapan suara yang baik.
- Kuat tekan yang tinggi.
- Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.
Kekurangan Bata Ringan:
- Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
- Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
- Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
- Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa.
- Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
- Agak susah mendapatkannya, hanya toko material besar yang menjual bata ringan ini.
- Penjualannya pun dalam volume (m3) yang besar.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangan. Batako press adalah jenis material penutup dinding yang paling ringan dan ekonomis berdasarkan tinjauan biaya, namun memiliki kekurangan seperti tidak terlalu baik meredam suara. Sementara batu bata konvensional cukup berat sehingga secara tidak langsung mempengaruhi load factor dari struktur bangunan. Sementara bata ringan memiliki keuntungan diantaranya pekerjaan lebih rapih dan presisi, tidak memerlukan banyak mortar untuk spesinya namun harganya relatif lebih mahal dibandingkan batako dan batu bata biasa.
Selamat memilih bahan penutup dinding untuk rumah Anda..
S-Panel / Panel EPS ( Expanded PolyStyrene)
S-Panel / Panel EPS (Expanded PolyStyrene), Generasi Terbaru Technology Material dan Konstruksi kini hadir di Indonesia
Kabar gembira bagi semua kontraktor, developer dan pelaku konstruksi di Indonesia.

Evolusi dalam material bangunan pada saat ini telah bisa menghemat banyak sekali waktu dan biaya dalam menyelesaikan suatu konstruksi. S-Panel / Panel EPS (Expanded PolyStyrene)  yang jauh lebih efisien kini telah hadir di Indonesia. S-Panel yang kami tawarkan adalah light weight panel telah disempurnakan dan digunakan di Cina daratan, Kanada, New Zealand, Australia, Amerika Latin dan sebagainya, dimana pekerjaan konstruksi hotel puluhan lantai bisa diselsaikan dalam waktu "HANYA BEBERAPA HARI" (di Cina)...

Maka dengan ini kami bermaksud menawarkan produk S-Panel ini kepada Bapak/Ibu yang Berbahagia untuk menjadi bagian dari pelopor Evolusi dunia konstruksi di Indonesia. Panel ringan yang tahan perubahan cuaca, presisi, tahan panas, kedap suara, tahan air, kuat, bisa langsung di-cat dan echo-friendly ini tentunya menghemat sangat banyak waktu dan tenaga serta menjawab semua kebutuhan dalam bidang konstruksi terutama dalam masalah pengerjaan dinding. Jadi tidak ada lagi cat yang berubah warna dan terkelupas karena lembab atau kering, tidak ada lagi retak-retak karena bobot beban dinding yang berlebihan, tidak ada lagi rembesan air kedalam rumah.

Karakteristik Utama S-Panel / Panel EPS (Expanded PolyStyrene):

1.   Lebih Ringan

S-Panel/Panel EPS standard ukuran 10cm x 60 cm x 295 cm hanya +/- 40 kg (1/4 kali dari bobot berat bata ringan yang umumnya beredar), dan S-Panel/Panel EPS Composite ukuran 10cm x 60 cm x 295 cm hanya +/- 90 kg (hanya sekitar ½ kali dari bobot berat bata ringan yang umum beredar). Dengan bobot seperti ini, ketebalan struktur utama bangunan dapat dikurangi dan menghasilkan ruang dalam yang lebih luas dan secara ekonomis lebih efisien.

2.   Kuat
Daya tahan S-Panel/Panel EPS terhadap benturan, panas, tekanan teruji secara teknis. Karena terdiri dari lapisan dalam Styrofoam dengan lapisan luar fiber-semen dan Untuk S-Panel/Panel EPS Composite terdiri dari butiran Styrofoam + Semen yang dipadatkan dengan tekanan tinggi dengan lapisan luar magnesium oxide.

3.   Presisi/Ukuran ter-Standard
Ukuran S-Panel/Panel EPS terstandar secara akurat 60 cm x 295 cm dengan variasi ketebalan 8 cm, 10 cm dan 12 cm.

4.   Awet/Tahan Lama
S-Panel/Panel EPS memiliki daya tahan terhadap panas, lembab dan guncangan, leh karena itu dinding yang dibangun dengan S-Panel/Panel EPS awet, stabil dan tahan lama.

5.   Mudah dan Cepat Penggunaannya
Karena bobotnya yang ringan, serta bentuknya yang akurat maka pengerjaan S-Panel/Panel EPS sangat mudah, tidak seperti pemasangan bata merah dan bata ringan yang memakan waktu dan konsentrasi tinggi supaya dinding bisa presisi. S-Panel/Panel EPS bisa dipasang dengan mudah dan happy dengan hasil tetap presisi.

6.   Tahan Tekanan (up to 2500 kg)

S-Panel/Panel EPS dengan tebal 10 cm mampu menahan bobot sampai 2500 kg, sedangkan bobot horizontal bisa sampai 4500 kg.

7.   Tahan Goncangan
S-Panel/Panel EPS merupakan bahan bangunan yang digunakan untuk konstruksi bangunan tahan gempa, baik itu apartemen, office tower, town house, pabrik, mess karyawan, resort, rumah dsb.

8.   Isolasi Suhu/Temperatur
S-Panel/Panel EPS bersifat isolator terhadap panas maupun dingin, dengan demikian penggunaan AC dalam ruangan yang menggunakan S-Panel/Panel EPS lebih hemat energy.

9.   Tahan Api (up to 1000 °C)
S-Panel/Panel EPS telah melewati serangkaian tes uji coba dan mendapat sertifikasi tahan api oleh pemerintah Cina, yang mana sangat kecil kemungkinan adanya praktek suap demi meloloskan sertifikasi suatu produk karena adanya UU hukuman mati bagi pelaku korupsi.

10.   Kedap Air
S-Panel/Panel EPS tahan terhadap air dan bersifat isolatif terhadap air, sehingga tidak akan ada dinding yang menggunakan S-Panel/Panel EPS yang lembab berjamur dan terkelupas catnya.

11.   Kedap Suara
Ingin memiliki ruangan serasa studio rekaman? S-Panel/Panel EPS bisa menjadi solusi mudah dan murah. S-Panel/Panel EPS mengurangi 37 – 47 dB tingkat kebisingan.

12.   Ekonomis Efisien
Dengan semua keunggulan tersebut diatas sebenarnya S-Panel/Panel EPS layak bernilai (value) 3 kali diatas bata ringan, namun harga yang kita berikan saat ini hanya sedikit diatas produk bata ringan “HE**L” bahkan jika dihitung secara cermat bahwa produk bata ringan masih memerlukan banyak semen instan/mortar, acian dan plesteran dinding sebagai finishing. Sedangkan S-Panel/Panel EPS hanya sedikit mortar dan bisa langsung di cat dan atau langsung di-wallpeper. Untuk bobot konstruksi secara keseluruhan juga lebih ringan sehingga menghemat struktur. Pengerjaannya yang gampang sekali juga akan menghemat banyak waktu dan tenaga kerja. Seperti contohnya Rumah Modular Type 36 (yang juga kita pasarkan) yang menggunakan S-Panel/Panel EPS bisa dikerjakan oleh hanya 5 orang dalam waktu hanya 5 hari kerja.

13.   Hemat Energy
S-Panel/Panel EPS mengisolasi suhu sehingga energy untuk pendingin ruangan/AC akan berkurang karena suhu ruangan yang cukup konstan.

14.   Ramah Lingkungan
Bahan-bahan/material yang digunakan untuk membuat S-Panel/Panel EPS tidak mengandung polutan, zat kimia dan zat radioaktif yang dapat berbahaya bagi kehidupan.


Akhir kata mari ucapkan selamat tinggal kepada bata, batako dan bata ringan, dan mari sambut S-Panel/Panel EPS dan menjadi bagian dari evolusi bidang konstruksi di Indonesia.

Kelebihan dan Kekurangan Finishing Melamine

Kelebihan dan Kekurangan Finishing Melamine !!!

kelebihan dan kekurangan finishing melamine
Sebenarnya, ada banyak sekali jenis bahan finishing yang dapat digunakan untuk memfinishing furniture agar tampilannya lebih indah dan bersih, seperti politur, mowilex, duco, teak oil, melamine dll. Akan tetapi, dari sekian banyaknya jenis bahan finishing itu, melamine merupakan jenis finishing yang menggunakan teknologi terbaru alias lebih modern. Selain itu, melamine juga tergolong jenis bahan finishing yang cukup banyak digunakan oleh para industri permebelan untuk memfinishing produknya (furniture).

Anda tahu mengapa?

Alasannya sederhana. Sebab finishing berbahan melamine memiliki beberapa kelebihan yang tidak terdapat pada jenis bahan finishing lainnya. Kelebihan finishing melamine itu terletak pada hasil akhir (tampilan barang) yang didapat. Hasil akhir yang didapat pada furniture yang difinishing menggunakan bahan finishing melamine memang terbukti lebih bagus (jauh lebih halus) jika dibandingkan dengan ketika memakai jenis bahan finishing lainnya. Selain itu, keawetan warna pada furniture yang difinishing dengan menggunakan melamine juga terbukti lebih tahan lama (tidak cepat pudar).

Lalu, apakah finishing dengan menggunakan melamine ini tidak ada kekurangannya?

Tentu ada, sebab pada dasarnya segala sesuatu pasti tidak ada yang sempurna 100% alias ada kelebihan dan kekurangannya.

Kalau begitu, apa kekurangan atau kelemahan finishing melamine?

Kelemahan finishing melamine yang pertama adalah proses pengerjaannya yang tergolong cukup lama. Hal ini akan terasa jika dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan pada proses finishing menggunakan bahan lainnya seperti politur ataupun teak oil yang cukup dikuaskan saja.

Sedangkan kelemahan finishing melamine yang kedua adalah kurang tahannya jenis bahan finishing ini terhadap keretakan. Maksudnya, finishing melamine ini biasanya mudah retak terutama pada sambungan atau ketika furniture yang difinishing menggunakan melamine ini terkena hawa panas yang agak tinggi dalam ruangan. 

http://rimbakita.blogspot.com/2013/01/kelebihan-kekurangan-finishing-melamine.html