Showing posts with label lantai. Show all posts
Showing posts with label lantai. Show all posts

ANALISIS DAN DESAIN KOLOM, pembesian

Kolom
  Contoh data-data teknis untuk perhitungan dimensi awal kolom adalah sabagai berikut: 
  1. Tinggi kolom Lt 1             = 3,5 meter 
  2. Tinggi kolom Lt 2             = 3,5 meter 
  3. Dimensi balok Induk        = 400 x 200 mm 
  4. Dimensi balok anak          = 250 x 150 mm 
  5. Pelat lantai (t)                   = 120 mm 
  6. Pelat atap (t)                     = 100 mm 
Pembebanan pada kolom 
Beban yang bekerja pada kolom lantai 1 diakumulasikan dengan beban-beban yang bekerja pada kolom lantai 2. Hal ini dilakukan agar dimensi kolom lantai 1 tidak lebih kecil dari dimensi kolom pada lantai 2. Perhitungan pembebanan pada kolom adalah sebagai berikut:
a)        Pembebanan kolom lantai 2
Distribusi pembebanan kolom lantai 2, berasal dari dak atap pada elevasi 7 m dan ring balok lantai 2. Perhitungannya sebagai berikut :
Perhitungan beban mati yang bekerja pada kolom adalah sebagi berikut:
Wbalok  
  •  A x  x L
  •  [ 0,4 x 0,2 x 2400 x ( 2,25 + 2,5 + 2 ) ]
  •    1104 kg
Wpelat    
  • beban pelat atap
  • A x  x tpatap
  • ( 4,75 x 2 ) x 2400 x 0,1
  • 2280 kg
Data berat plafon dan penggantung diperoleh dari Perencanaan Pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana: 
Berat eternit/plafon (tebal 4mm)           = 11 kg/m2 
Berat penggantung (dari kayu)              = 7,0 kg/m
Total beban mati pada lantai 2 adalah: 
WDL2            
  • Wbalok + Wpelat  + Wplafon
  •  1104 kg + 2280kg + 171 kg
  •   3555 kg
Beban hidup yang bekerja pada lantai dan membebani kolom di lantai dua ini adalah : 
WLL2       
  • 200 kg/m2 x 4,75 x 2
  •  1900 kg
Nilai beban hidup diperoleh dari pedoman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal dan mempunyai nilai beban hidup sebesar 200 kg/m2.Maka beban yang terjadi pada kolom lantai 2 seluruhnya dapt dihitung dengan kombinasi pembebanan, sehingga beban pada kolom lantai 2 adalah:
W2                          
  •  1,2 WDL2+ 1,6WLL2
  •  (1,2 x 3555) + (1,6 x 1900 )
  •  7306 kg
b)           Pemebebanan Kolom Lantai 1 
Distribusi pembebanan kolom lantai 1, berasal dari lantai 2 pada elevasi 3,5 m. Elemen-elemen yang diperhitungkan sama dengan pembebanan kolom lantai 2 ditambah dengan perhitungan beban mati dan beban hidup untuk kolom lantai 1.
Perhitungannya beban mati yang bekerja pada kolom adalah sebagai berikut:
Wbalok     
  •   A x  x L
  •  { 0,25 x 0,15 x  2400 x ( 2,25 + 2,5 + 2 ) 
  • 607,5 kg
Wkolom   
  •  A x  x L
  •  (0,25 x 0,15) x 2400 x 3,5 
  •   315 kg
Wpelat 
  •  beban pelat
  • A x  x tppelat
  •  ( 2 x 4,75 ) x 2400 x 0,12
  •  2736 kg
Wwall       
  • A x (berat plafon + penggantung)
  •  ( 3,5 x 4,75 ) x 250 kg/m2
  •    4156,25 kg
Wfinishing 
  •  A x [berat spesi (adukan) + ubin + pasir urug]
  •  ( 2 x 4,75 ) x (21 kg.m2 + 22 kg/m2 + 24 kg/m2)
  •  636,5 kg
Besar beban finishing dan beban dinding diperoleh dari peodman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung.
Wplafon     
  •  A x ( berat plafon + penggantung)
  •  (4,75 x 2) x 18 kg/m2
  •  171 kg
Data berat plafon dan penggantung diperoleh dari Perencanaan Pembebanan untuk rumah dan gedung, dimana:
Berat eternit/plafon (tebal 4mm)           = 11 kg/m2
Berat penggantung (dari kayu)             = 7,0 kg/m2
    Total beban mati pada lantai 1 adalah: 
WDL1 
  •  Wbalok + Wkolom + Wwall + Wpelat + Wplafon + Wfinishing + WDL2
  •   607,5 + 315 + 4156,25 + 2736 + 171 + 636,5 + 3555
  •  12177,25 kg
 Beban hidup yang bekerja pada lantai dan membebani kolom di lantai satu ini adalah :  
WLL1    
  •  200 kg/m2x 4,75 x 2
  • 1900 kg
    Nilai beban hidup diperoleh dari pedoman perencanaan pembebanan untuk ruma dan gedung, dimana bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal dan mempunyai nilai beban hidup sebesar 200 kg/m2.Maka beban yang terjadi pada kolom lantai 2 seluruhnya dapt dihitung dengan kombinasi pembebanan, sehingga beban pada kolom lantai 2 adalah:
    W1       
    •  1,2 WDL1 + 1,6WLL1
    •                (1,2 x 12177,25)  + (1,6 x 1900)
    •             17652,7 kg
Perhitungan Dimensi Awal Kolom
Perhitungan dimensi awal kolom dihitung berdasarkan SK SNI 03-2847-2002, dengan persamaan berikut: 
Ø Pn (max) = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ]
 Dimana :
Ø Pn (max)           = Beban aksial maksimum
Ag                         = Luas penampang kolom
Ast                        = 1,5 % x Ag
Maka perhitungan dimensi awal kolom adalah sebagai berikut: 
Ø Pn(max) = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ] 
Pn(max)     = 0,8 Ø [ (0,85 .  fc (Ag – Ast) + fy Ast ]
                   = 0,8 [ (0,85 . 25 (Ag – 0,015 . Ag) + 400 . 0,015 . Ag]
                   = 0,8 [(21,25 . (Ag – 0,015 . Ag) + 6Ag]
                  = 0,8 [ 21,25 Ag – 0,32 Ag + 6Ag] 
           Ag  = 0,0464 Pn(max)
a)      Dimensi Kolom Lantai 2 
Dimensi kolom lantai 2 dihitung sebagai berikut : 
Beban yang bekerja pada kolom lantai 2 = W2 = 8408,8 kg 
Ag        = 0,0464 Pn(max)
               = 0,0464 . 8408,8 kg
             = 390,168 cm2 
Dimabil lebar kolom (b) = tebal dinding, yaitu sebesar 15 cm 
                              Maka panjang kolom adalah :
h           = Ag / b
                         = 390,168 / 15
                         = 26,011 cm 30 cm
                              Maka dimensi kolom K1 150 x 300 mm
b)   Dimensi Kolom Lantai 1 
Dimensi kolom lantai 2 dihitung sebagai berikut :
Beban yang bekerja pada kolom lantai 1 = W1 = 20009,2 kg
Ag        = 0,0464 Pn(max) 
            = 0,0464 . 20009,2 kg
            = 928,427 cm2 
Dimabil lebar kolom (b) = tebal dinding, yaitu sebesar 30 cm
Maka panjang kolom adalah :
h           = Ag / b
             = 928,427/ 30
             = 30,948 cm 40 cm
Maka dimensi kolom K1 300 x 400 mm  
                                                  TABEL DIMENSI KOLOM                                                    
Tipe Balok
h (mm)
b (mm)
Kolom lantai I
400
300
Kolom lantai II
300
150

dari berbagai sumber : http://sipilworld.blogspot.com

Floor Panel MPANEL

Floor Panel MPANEL
Floor Panel
Floor Panel
Floor Panel biasa digunakan pada bangunan bertingkat seperti untuk lantai, dak dan lain sebagainya. Pada beberapa bagian panel staircase terdapat kolom yang digunakan untuk tulangan – tulangan yang diperuntukan sebagai perkuatan panel. Berikut ini spesifikasi untuk Floor Panel MPANEL :
    Floor Panel
    Floor Panel
  1. Kawat Galvanis yang digunakan :
    • Longitudinal steel wire dia 2.5mm
    • Transversal steel wire dia 2.5 mm
    • Steel connection wire dia 3.5 mm
  2. Styrofoam blok :
    • Density 15 Kg/m3
    • Tebal dar i 40 ~ 200 mm
  3. Tebal Plaster 25 mm
  4. Tebal total panel 90 ~ 250 mm
  5. Berat total panel 106.4 ~ 110.2 Kg/m2

Cara membongkar keramik lantai yang rusak

Kadang kadang kita mendapatkan keramik kita dalam keadaan cacat setelah beberapa lama, mungkin keramik kita pecah atau tergores oleh benturan atau goresan benda tertentu. Sehingga kita tentu memerlukan perbaikan keramik  atau penggantian keramik supaya ruangan kelihatan tetap indah. Perbaikan keramik lantai mungkin suatu pekerjaan yang agak memusingkan bagi kita, bilama kita kurang mengerti untuk mengerjakannya. Sebetulnya hal ini bisa kita lakukan sendiri dimana kita perlu melakukannya dengan  sebuah  kesabaran dan  teknik pembongkaran yang sesuai. Disamping itu juga untuk mempermudah kita harusa menyediakan    beberapa alat  untuk membongkar keramik lantai . Dan juga hal yang sangat perlu adalah bagaimana keramik tersebut dapat dengan mudah dapat dibuka dengan bantuan bahan aditiv yang cocok dipergunakan.
Langkah pertama dalam proses  membongkar  bagian keramik lantai yang akan dibongkar adalah melepaskan nut keramik pada sisi bagian keramik yang akan dibongkar.  Pemisahan nut dari keramik merupakan hal yang utama dilakukan untuk mendapatkan ruang untuk mendapatkan lapisan  ikatan semen dibawah keramik sehingga jika nut sudah dibuka maka pemisahan keramik dari ikatan semen akan lebih mudah dilakukan dan tidak akan mencederai keramik sisi lainnya.
Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk membuka nut keramik disisi keramik lama :
  1. Membuka nut melalui pemahatan  nat dengan menggunakan pahat kecil.
  2. Membuka nut dengan menggunakan grenda mesin , jenis grenda harus menggunakan grenda jenis pemotong keramik.
Saat melakukan proses pembongkaran keramik ini sering mengandung resiko, sehingga harus dilakukan dengan hati hati dan penuh kesabaran karena dengan mengerjakan yang ceroboh bisa mencederai keramik disisi lainnnya sehinga kita harus membongkarnya juga.
Saat ini sudah ditemukan beberapa bahan kimia (bahan aditif) yang bisa membantu untuk memudahkan pembongkaran keramik.  Salah satu bahan aditif yang biasa digunakan adalah penghancur semen (cement remover). Bahan aditif  ini biasanya ditunagakan di permukaan garisan nut keramik, kemudian di tunggu beberapa saat. Setelah itu kemudian nut akan lebih mudah diphat atau digrenda sehingga untuk pembongkaran keramik akan semakin mudah.
Langkah kedua setelah but keramik sudah terbuka dari sisi keramik adalah melakukan pembukaan keramik supaya terpisah dari lapisan semen dibawah keramik. Alat yang diperlukan adalah pisau scrab/  pisau dempul yang berbentuk  lebar dan kaku . Sebelumnya anda  Caranya adalah pisau  didorong pada sudut bawah keramik diarahkan ke bagian tengah lembaran keramik. Kemudian  Tekan pisau scrab dengan palu secara perlahan. Jika beruntung, keramik  akan terangkat sekaligus. Jika tidak kemungkinan akan terangkat sebahagian atau pecah, sehingga anda perlu mengangkat kembali lapisan keramik yang masih tertinggal.
Langkah ketiga  adalah pembersihan lapisan adukan semen lama, hal ini dilakukan untuk membuat perekat yang baru antara lantai dengan keramik yang akan dipsangkan. Semua lapisan adukan yang lama harus dibuka, anda bisa menggunakan pahat beton untuk menghancurkannya. Kemudian lakukan pembersihan  untuk mengangkat semua lapisan hingga benar benar bersih,  Jika perlu gunakan vacum supaya debu terangkat semuanya. Atau anda bisa menggunakan lap basah  kemudia dikeringkan.

Selanjutnya anda sudah bisa memasangan keramik baru pada lantai yang akan diganti.

Cara Memasang Lantai Kayu – Laminate Flooring

Mengerjakan lantai kayu Laminate flooring di atas lantai semen di rumah kita dapat kita lakukan sendiri dengan mudah dan sederhana. Dengan kesabaran dan sedikit energi, anda dapat mengerjakan sendiri untuk mendapatkan keindahan lantai di ruangan yang anda miliki. 
Untuk membantu anda dalam mengerjakan laminate flooring di ruangan anda , berikut panduan yang mungkin bisa anda gunakan.
Tahap Pertama : Pemeriksaan Kekuatan dan kerataan Lantai Dasar.
Lantai ruangan yang akan dipasangkan lantai kayu laminate flooring sebelumnya harus dichek kekuatan dan kerataan lantainya. Lantai dasar yang terbuat dari semen harus dipastikan tidak terdapat butiran atau bekas gundukan semen sehingga akan menyulitkan pemasangan lantai laminate flooring. Jika terdapat lantai yang dianggap kurang kuat segera dilakukan perbaikan.
Tahap Kedua : Penyesuaian Ruangan
Laminate floor sangat sensitif dengan kondisi suhu  dan kelembaban yang mana dapat mempengaruhi papan lantai. Lantai kayu laminate floor harus dilakukan penyesuaian suhu dan kelembaban ruangan di dalam rumah setidaknya  48 jam sebelum instalasi. Penyesuaian suhu dan kelembaman dapat dilakukan dengan cara menempatkan laminate flooring secara datar di lantai ruangan yang akan dipasang. Sebelum diletakkan di lantai semua bungkusan plastik pada lembaran laminate floring terlebih dahulu harus dibuka. Lembaran ditempatkan setidaknya tidak saling bertindih, tapi setidaknya harus disediakan ruang kerja untuk memotong dan memasang .
Tahap Ketiga: Membersihkan permukaan lantai dasar
Lantai dasar harus dibersihkan dari segala kotoran dan jenis minyak  dari permukaan lantai dasar. Sebelum pemasangan harus dipastikan dalam keadaan kering.
Tahap Keempat: Pemasangan Lembaran Penghalang Uap
Sebelum memasangkan lembaran kayu laminate flooring , latai terlebih dahulu harus ditutupi dengan lembaran yang dapat mengahalangi penguapan langsung dari lantai ke kayu. Untuk itu terlebih dahulu lantai dasar ditutupi dengan lembaran sejenis aluminium foil atau sejenis lembaran plastik lainnya. Lembaran ini harus saling menutupi supaya penguapan benar benar tidak bisa langsung terhubung ke kayu laminate flooring.
Tahap Kelima :  Setting  elevasi atas permukaan kayu  di bawah pintu
Untuk ruangan yang mempunyai pintu ,  terlebih dahulu harus ditentukan setting elevasi permukaan atas dari laminate flooring yang akan dipasangkan. Elevasi atas harus benar benar disetting sebaik mungkin supaya pintu dapat bergerak bebas waktu dibuka dan ditutup dan juga tidak mempunyai celah yang cukup besar ke lantai kayu yang sudah terpasang. Ikuti elevasi yang di setting ini ke seluruh ruangan yang ada, dan lakukan pembuatan benang panduan untuk elevasi ketinggian permukaan seluruh ruangan.
Tahap Keenam : Pemasangan Lembaran  Pertama
Untuk tampilan terbaik, letakkan  lembaran papan laminate flooring sejajar dengan dinding terpanjang.Pasang lembaran pertama dengan alur ke arah dinding. Letakkan lembaran dengan  jarak kira kira 1 cm dari dinding dan kemudian dorong papan ke arah dinding. Ruang ini ditujukan untuk mendapatkan space penggeseran lembaran berikutnya jika kondisi dinding yang tidak segaris sehingga pada ujung berikutnya masih mudah menggeser untuk mendapatkan kerataan terhadap dinding. Anda dapat mengatur spaser (jarak pandu) pada jarak lembaran berikutnya .
Tahap Ke Tujuh: Pemasangan Lembaran Berikutnya
Untuk pemasangan lembaran berikutnya anda sebelumnay sudah mempersiapkan lidah sambungan terhadap lembaran berikutnya. Hal ini ditujukan supaya lembaran papan laminate flooring tidak terlalu mudah bergeser. Dan hal ini dipercaya membuat ikatan anntar lembaran akan semakin kuat. Lakukan pembuatan lidah yang tidak terlalu sulit untuk penyambungan berikutnya. Juga pembuatan lidah sambungan akan membuat sambungan tidak terlalu monoton sehingga lantai akan kelihatan lebih indah.
Tahap Ke Delapan : Pemasangan Lembaran Terakhir
Pemasangan lembaran terakhir tentu akan terpengaruh dari sambungan lidah dari lembarabn lembaran sebelumnya. Pastikan anda mengikuti ukuran yang tepat pada sisa ruang terakhir, supaya tidak ada terdapat celah antar sambungan lembaran laminate flooring.
Tahap Ke Sembilan : Pemasangan Lembaran Pengunci
Pemasangan lembaran pengunci dilakukan  untuk tepi luar dari lembaran sehingga membuat lantai  lebih rapih .







BETON, PLAT BETON, LANTAI BETON, COR BETON

PLAT BETON

Pengertian Beton Bertulang
Beton adalah Campuran dari semen, pasir, kerikil/split dengan perbandingan tertentu yang bisa diaduk dan dicampur dengan air, kemudian dimasukan kedalam suatu cetakan, kemudian campuran tersebut akan mengikat, mengering,  dan mengeras dengan baik setelah beberapa lama.
   Beton Bertulang adalah Campuran dari semen, pasir, kerikil/split dengan perbandingan tertentu yang bisa diaduk dan dicampur dengan air, kemudian dimasukan kedalam suatu cetakan dan didalamnya diberi tulangan-tulangan berupa besi atau baja, kemudian campuran itu akan mengikat, mengering,  dan mengeras dengan baik setelah beberapa lama. Konstruksi beton bertulang merupakan komponen dalam bangunan yang tidak dapat dipisahkan dengan komponen lainnya karena merupakan salah satu subsistem dalam bangunan. Sebelum pelaksanaan pembangunan gedung  diperlukan penggambaran konstruksi beton. Penggambaran harus sesuai dengan perencanaan, sehingga dalam pelaksanaan tidak akan mengakibatkan kefatalan atau kegagalan dalam konstruksi.                                   
            Penggambaran Konstruksi Beton Bertulang diperoleh dari hasil perencanaan dan perhitungan-perhitungan konstruksi beton bertulang. Untuk itu diperlukan seseorang yang mempunyai keahlian khusus dalam perencanaan dan perhitungan konstruksi beton bertulang yang diperlukan dalam pelaksanaan pembangunan.  Dalam perhitungan beton bertulang dimulai dari konstruksi yang paling atas (plat atap) dan diakhiri dengan perhitungan konstruksi paling bawah (pondasi), sedangkan dalam pelaksanaan di lapangan sebaliknya pembangunan dimulai dari konstruksi yang paling bawah ke konstruksi yang paling atas.
Menggambar Rencana Plat
v  Plat berada di atas balok, yang berfungsi sebagai pijakan/landasan. Bersama balok dan kolom, pelat melengkapi ketiga elemen dasar dan bangunan pada umumnya. Pelat dapat terdiri atas unit pracetak atau sebagian beton yang dicor setempat sedapat mungkin monolit (menjadi satu) dengan balok pendukungnya.
v  Sifat pelat di bawah suatu pembebanan, dalam kaitannya dengan keadaan dukungan ujung dan dukungan antara adalah mirip dengan balok. Tergantung pada bentuk panel pelat yang ditinjau, yaitu perbandingan antara panjang pada lebarnya, desain mungkin dilakukan sebagai penegangan satu arah saja, atau dalam dua arah yang biasanya tegak lurus satu dengan yang lain.
v  Di dalam praktek, suatu pelat yang yang direncanakan membentang satu arah saja akan mencoba, menurut beberapa tingkat kemampuannya untuk menegang pada arah lain mengikat sifat alamiah konstruksi sebagai satu kesatuan.
v  Oleh karena itu, tulangan yang jumlahnya minimum dipasang pada arah tegak lurus terhadap tulangan utama. Peletakan tulangan atas dan tulangan bawah pelat adalah serupa dengan peletakannya pada balok.
v  Pelat dapat diberi tulangan yang berbentuk anyaman yang diikat dengan kawat beton.

  1. Merancang Denah Rencana Penulangan plat
     Untuk merancang denah rencana penulangan plat, pertama-tama dibuat dahulu gambar-skema denah dari plat dan balok atap/lantai tersebut dengan diberi notasi mengenai nama plat dengan huruf a, b, c dan seterusnya nomor, balok dengan nomor 1,2, 3 dan seterusnya, gambarkan-skema denah plat dan balok atap/lantai dengan nama plat dan nomor balok.
   Simbol Konstruksi Beton Bertulang
            Simbol adalah: penunjang dalam penggambaran, sehingga siapapun penggunanya dapat menterjemahkan gambar tersebut untuk diri sendiri maupun kepada orang lain. Ataupun pengertian gambar antara satu dengan lainnya sama.



   Agar dalam penggambaran konstruksi beton bertulang untuk pelat luifel, atap dan lantai sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan perlu memahami ke tentuan-ketentuan yang terkandung dalam konstruksi beton bertulang.
         Apabila momen yang bekerja kecil, maka jarak tulangan pokok dari pusat ke pusat maksimal 40 cm.
         Untuk segala hal tulangan pelat tidak boleh kurang dari 0,25% dari luas penampang beton (untuk keperluan tulangan pokok, pembagi, dan susut).
   Beberapa syarat yang harus diperhatikan untuk penulangan plat menurut PBI 1971 :
v  Tebal pelat lantai tidak boleh diambil kurang 12 cm dan 7 cm untuk pelat atap.
v  Luas tulangan pembagi harus diambil minimum 0.25% dan luas beton.

Dak keraton

Dak keraton adalah salah satu metoda untuk meningkat lantai rumah dengan mengadopsi teknologi Eropa, dengan metoda ini proses pembangunan menjadi lebih ekonomis, lebih aman, efisien tanpa bekisting,tanpa mengurangi kekuatan untuk menahan beban yang berada diatasnya. Metoda pemasangan dak keraton mendapat penghargaan sebagai metoda yang lebih ekonomis, efisien, kuat dan lebih aman. Kami ahli dalam pemasangan dak lantai keraton, kami mempunyai tukang, teknisi serta insinyur berpengalaman sehingga pemasangan dak keraton betul betul sesuai teori dan praktek lapangan. Jika anda ingin aman maka serahkan kepada ahlinya untuk pemasangan dak keraton. Semua tukang teknisi juga bisa memasang metoda dak keraton, namun jika bukan ahlinya maka mempunyai resiko berkurang kekuatan dan keamanannya. Berikut ini adalah dokumentasi pemasangan dak keraton yang menggambarkan dari awal, setengah jadi, sampai final. Setelah di plester siap dipasang ubin keramik


http://nusajy.angelfire.com/Jasa_Pasang_Keraton.html
Bata KERATON terbuat dari tanah liat bakar, tetapi metarial plat lantai ini tidak kalah dengan pelat lantai konvensional
Makin sempitnya lahan pemukiman diperkotaan dan tingginya harga tanah mendorong pertumbuhan bangunan bertingkat secara vertikal keatas

Namun dengan semakin mahalnya harga material dan upah tukang menyebabkan biaya “nge-dak” pun
menjadi semakin tinggi. Hal ini mendorong memunculkan teknologi dan material baru yang lebih efisien dan ekonomis.

Kini  selain cara konvesional (cor beton dan kayu) telah ditemukan material baru sebagai alternatif  untuk membuat pelat lantai (NGEDAK) yaitu DAK BETON  KERATON ( KERAMIK KOMPOSIT BETON)


PERBANDINGAN BIAYA
  
Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, Proyek, KONTRAKTOR, PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG dan JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, Urug Tanah. JASA : TUKANG, MANDOR, PEMBORONG, BANGUNAN, PROYEK, PROFESIONAL., AHLI, KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB = Hasil yang Terbaik

ketentuan perencanaan bangunan yang baik

 ketentuan perencanaan bangunan yang baik
Konsep perencanaan bangunan rumah maupun gedung perlu memperhatikan kriteria-kriteria perencanaan, agar aman dan nyaman untuk di huni maupun indah dipandang.
kriteria perencanaan konstruksi bangunan antara lain :
1. teknis
Dalam setiap pembangunan gedung, harus dipenuhi persyaratan teknis bahwa bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang
dipikulnya, baik beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup, beban angin dan beban gempa. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan- peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada.
2. ekonomis
Dalam setiap pembangunan, persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan
membengkaknya biaya pembangunan. Selain dicapai dengan pendimensian elemen struktural dan non struktural yang efektif dan efesien persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule, pemilihan bahan-bahan bangunan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja profesional yang tepat. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat diharapkan
bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan.
3. fungsional
Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang, yang biasanya akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan.
4. estetika
Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakandengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. Namun persyaratan estetika iniharus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkanbangunan yang kuat, indah dan menarik.
5. lingkungan
Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungankarena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunanbaik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Persyaratan aspek lingkunganini, dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan disekitar bangunan tersebut berdiri. Diharapkan dengan terpenuhinya aspeklingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugianbagi lingkungan dengan berdirinya Rumah Tinggal Swadaya ini.
6. ketersediaan bahan di pasaran
Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkanmaka harus diperhatikan pula aspek ketersediaan bahan di pasaran. Dengan katalain, sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalamproyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat dengan biayahemat.
7. ketentuan standar
Perencanaan juga didasarkan pada standar perhitungan yang berlaku di Indonesia, dan jika perlu memakai standar internasional


Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, KONTRAKTOR PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG & JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, JASA TUKANG/MANDOR/PEMBORONG BANGUNAN, PROFESIONAL.. ANDA UNTUNG, KAMI UNTUNG KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB